Pantai Tercemar Batubara, HIPPI Saran Uji Laboratorium

IMG-20190905-WA0081

Meulaboh, Acehportal.com- Pencemaran batu bara di Desa Penaga Pasie, Kecamatan Meurebo, Kabupaten Aceh Barat masih menjadi perbincangan publik. Pasalnya sampai saat ini belum ada perusahaan mengakui sampah material batu bara yang mencemari lingkungan pantai desa tersebut.

Mengenai kondisi tersebut, Himpunan Pemuda Pertambangan Indonesia (HIPPI) Aceh angkat bicara terkait kasus pencemaran bibir pantai di Bumi Teuku Umar itu. Pemerintah disarankan untuk terlibat dalam penanganan kotoran batu bara, terutama melakukan uji laboratorium batubara.

"Pemerintah harus turun tangan dengan menurunkan tim ahli untuk melakukan uji lab. Untuk membuktikan siapa pemilik sebenarnya, karena sampai saat ini masing-masing perusahaan terkait tidak ada yang mengaku,"ungkap Sekjen DPD-HIPPI Aceh, Ramu Indra, Kamis (5/9/2019).

Menurutnya uji lab menjadi solusi untuk memastikan limbah batubara yang tercecer di tepian pantai. Batubara memiliki perbedaan kadar kalori, begitu pun ukuran batubara milik PT Mifa Bersaudara dan PLTU juga memiliki perbedaan kadarnya.

"Kalau sudah dilakukan uji lab, maka bisa menentukan hasilnya nantinya. Jika kadar kalorinya 4200 kkal/kg, berarti itu milik PLTU. Namun, jika kalori 3000 kkal/kg otomatis itu milik pihak perusahaan Mifa Bersaudara. Cara itu yang perlu dilakukan agar terjawab kepemilikannya,"jelas Ramu melalui rilisnya.

Selain saran kepada pemerintah, Ramu juga mengharapkan DPRK Aceh Barat agar memanggil kedua belah pihak perusahaan, demi meminta komitmen pertanggungjawaban dari kasus dugaan pencemaran pantai di pantai Peunaga Pasie. (Dan)

Penulis:Dan
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...