Mahasiswa Desak Kejari Aceh Barat Usut Tuntas Kematian Azrul Amilin

IMG-20190905-WA0039

Meulaboh, Acehportal.com- Puluhan mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Aceh Barat  yang tergabung dalam Aliansi Pencari Keadilan untuk Azrul Amilin melakukan aksi unjukrasa ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Kamis (5/9/2019) siang.

Azrul Alimin merupakan pasien usus buntu yang pernah dirawat di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSU-CND) Meulaboh pada tahun 2018 lalu, dan meninggal dunia diduga setelah mendapat suntikan dari petugas rumah sakit itu. Kasus yang sama juga menimpa Alfareza.

Koordinator Aksi, Masykur kepada wartawan mengatakan kedatangan mahasiswa ke kantor Kejari Aceh Barat selain menyampaikan aspirasi sekaligus memaparkan fakta baru mengenai obat yang digunakan pada pasien bernama Azrul Alimin saat dirawat dirumah sakit, yang membuat bocah tersebut meninggal dunia.

Hal tersebut memperkuat kebenaran, bahwa pasien itu menjadi korban salah suntik. “Apalagi kartu obat pasien (KOP) yang digunakan untuk Azrul sama dengan KOP pasien Alfareza. Dalam waktu bersamaan, keduanya dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat suntik dari petugas rumah sakit (RSU-CND),”tegasnya.

Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi diruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh ada tiga poin yang menjadi landasan kuat atas kelalaian dalam penanganan medis yang diterima dua bocah tersebut. Adapun ketiganya, yakni KOP yang digunakan Azrul sama dengan milik Alfareza.

Poin kedua, terdakwa Erwanti baru menyadari seperti salah meresepkan obat ketika melihat reaksi yang terjadi pada pasien Azrul, bukan reaksi yang ditimbulkan pada pasien Alfareza. Ketiga, saksi mengeluarkan pernyataan selain Alfareza juga ada korban lain atas nama Azrul.

“Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam proses persidangan, patut diduga kuat perkara ini terdapat keterkaitan dan keterlibatan pihak lain yang patut dipanggil, diperiksa dan dimintai keterangan. Kita juga menduga, ada dugaan pemalsuan dokumen terhadap obat yang keluar dari depo obat, ini harus diusut kembali,”sebutnya.

Ibunda Azrul, Nurhayati yang ikut terlibat dalam aksi meminta pihak kejari agar kasus kematian yang menimpa anaknya itu agar diproses secara hukum. Agar kesalahan yang seperti ini tidak lagi terulang untuk kedepannya. “Jika kasus Alfareza disidang, anak saya juga harus disidang  sama,”harapnya.

Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Aceh Barat, Andri Hendrianyah pada kegiatan aksi merespon baik atas penyampaian pendapat yang dilayangkan mahasiswa di depan gerbang kantor tersebut. Tetapi, dirinya berharap agar mereka bersabar dan tidak ada anarkis dalam menyampaikan tuntutan.

“Untuk kasus ini, kita tidak akan tutup mata. Mahasiswa harus bersabar dulu, kita akan mencari bukti baru. Satu lagi, tidak ada kebal hukum disini, jika salah akan diproses,”pungkasnya. (Dan)

Penulis:Dan
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...