BNN Kembali Ungkap Peredaran Gelap Sabu Jaringan Lintas Negara

ilustrasi Narkoba jenis Sabu.(detik.com)

Banda Aceh - Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dalam jumlah besar kembali dilakulan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN). Diketahui, jaringan yang diungkap merupakan jaringan Malaysia, Aceh, Medan, Pekanbaru dan Palembang.

Menurut informasi yang diperoleh, tim BNN melakukan penyelidikan di wilayah Simpang Ulim untuk memastikan informasi peredaran gelap sabu lintas negara.

Dari hasil penyelidikan dan penggeledahan yang dilakukan, BNN awalnya menangkap dua orang tersangka beserta 16 kilogram sabu dalam sebuah mobil saat berhenti di pinggir jalan raya Medan-Aceh.

Kedua tersangka mengaku, belasan kilo sabu itu diperoleh dari tersangka lain yakni Cek Bah atas suruh seseorang yang memiliki nama panggilan Ayah yang diketahui sebagai narapidana di Lapas Pekanbaru.

Tim BNN langsung melakukan pengembangan lebih lanjut dan kembali menangkap tersangka lainnya yakni SB alias Cek Bah selaku koordinator transporter dan penjemput sabu dari laut ke darat, tersangka MZ yang berperan sebagai penyimpan barang serta oknum TNI AD berinisial AW berpangkat Kopda sebagai penerima barang dari MZ.

Diketahui, ada delapan tersangka yang diamankan dalam kasus ini. Berikut tersangka yang ditangkap BNN:

1. ES (Kurir dari Malaysia ke Aceh)

2. HS (Penyedia transportasi dan kurir)

3. SB alias Cek Bah (Koordinator Transporter dan penjemput narkotika dari laut ke darat)

4. MZ (Penyimpan barang)

5. AW (Penyedia barang dari MZ/Oknum TNI AD berpangkat Kopda, diduga dari Zidan IM)

6. RM (Pengantar barang kepada Kopda AW)

7. MZ (Pengendali barang dan kurir darat)

8. FT (Penerima barang dari Malaysia)

Informasi lain yang diperoleh, saat ini Kopda AW telah diserahkan ke Pom Dam Iskandar Muda. Dari keterangan para tersangka, seluruh peredaran gelap sabu jaringan antar negara ini dikendalikan oleh FN alias Ayah, seorang napi di Lapas Pekanbaru, Riau dan rencananya akan diedarkan di wilayah Palembang.

Selain mengamankan 16 bungkus sabu seberat 16 kilogram, petugas juga mengamankan sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi BK 1735 GQ dan sejumlah surat penting seperti paspor, SIM, KTP, tiket pesawat, handphone dam lainnya.

Informasi yang terakhir diterima, ke delapan tersangka masih diamankan di Kantor BNN Cawang untuk diproses lanjut. Pengungkapan kasus ini dilakukan sejak lebaran Idul Adha kemarin dan terus dikembangkan, namun tak melibatkan pihak BNNP Aceh.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh informasi lanjut terkait kasus ini. Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser yang dikonfirmasi pun belum memberikan jawaban.(tim)

Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...