Warga Bakar Motor Pencuri Kambing di Aceh Utara, Dua Orang Buron

Banda Aceh, Acehportal.com - Warga Gampong Alue Capli, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara menangkap seorang pencuri kambing yang beraksi di gampong tersebut. Satu orang pelaku menjadi amukan massa sementara dua orang lainnya kabur. Bahkan, sebuah motor yang digunakan pelaku juga dibakar warga.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian melalui Kapolsek Seunuddon, Iptu M Jamil mengatakan, peristiwa ini terjadi Rabu (28/8/2019) malam sekira pukul 19.00 WIB. Diketahui, kambing yang dicuri milik seorang warga setempat yakni Haji Lah.

"Satu tersangka yang diamankan berinisial HD, warga Kecamatan Nibong, Aceh Utara. Upaya pencurian kambing ini diketahui seorang warga yakni Marzuki (40) yang mana saksi melihat tersangka bersama dua rekannya lain menangkap seekor kambing," ujarnya Kamis (29/8/2019).

Marzuki pun sontak berteriak dan meminta tolong kepada warga lainnya untuk menangkap para pelaku. Setelah tertangkap, ketiganya pun sempat menjadi bulan-bulanan warga yang geram atas pencurian yang dilakukan. Bahkan, warga membakar motor yang digunakan pelaku untuk beraksi.

"Sementara dua rekan pelaku yang lain yakni MJ dan FL melarikan diri, identitas sudah diketahui mereka juga warga Aceh Utara. Saat ini, pelaku masih diamankan di Mapolsek Seunuddon," katanya.

*Meresahkan Warga, Seorang Pria Jadi Imam Dadakan di Meunasah Diamanakan

Sementara itu, Polsek Tanah Luas Polres Aceh Utara mengamankan seorang pria tak dikenal berinisial MW (37), Rabu (28/8/2019) malam. Pasalnya, kelakuan MW membuat warga Gampong Teungoh Bereugang, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, resah.

Kapolsek Tanah Luas, AKP Nurmansyah mengatakan, MW datang seorang diri ke Meunasah (Musholla) gampong setempat dan langsung menjadi imam salat magrib. Ia pun mengajak warga untuk berjihad.

"Yang bersangkutan mengajak warga untuk berjihad dan berbicara tidak jelas kepada warga. Warga yang curiga kemudian melapor ke kita dan kita amankan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," ujarnya Kamis (29/8/2019).

Saat akan diamankan, MW sempat melawan dan akhirnya dapat dikondisikan. Menjalani pemeriksaan polisi, MW diketahui membawa sebuah tas yang berisi sejumlah pakaian kumal dan kotor. Diketahui, MW memiliki keluarga di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

"Saat dihubungi keluarganya, diketahui yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa. Saat ini masih diamankan sementara di Mapolsek sebelum dijemput pihak keluarga," tambah Kapolsek.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...