Kemenag Aceh Jalin Kerjasama Dengan Ikatan Alumni Timur Tengah

IMG-20190825-WA0030

Banda Aceh, Acehportal.com - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menjalin kerja sama dengan Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) dalam bidang pendidikan dan Kegiatan Keagamaan, seperti Sosialisasi Pendidikan ke Timur Tengah, Pembinaan Majelis Taklim, Penguatan Penyelanggaraan Haji dan Umrah, Pelatihan-pelatihan seperti tahsin Al Qur'an, Mawarits dan lain-lainnya.

Komitmen kerja sama kedua belah pihak ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. H. M. Daud Pakeh  dan Ketua IKAT Aceh,  H. M. Fadhil Rahmi,  Lc pada Mubes Ke 3 IKAT Aceh dan Disaksikan Sesepuh IKAT,  Prof. Azman Ismail,  Wakil MPU Aceh,  Tgk. Faisal Al, Tokoh Muhammadiyah Aceh,  Dr. Aslam Nur, dan seluruh anggota IKAT Aceh yang hadir pada kegiatan tersebut di Aula Mahkamah Syariah Aceh, Banda Aceh, Minggu (25/8/2019).

"Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat dan mendukung Kegiatan Pendidikan  dan Keagamaan  di dalam Provinsi Aceh," ujar Daud Pakeh.

Nota Kesepahaman tersebut berlaku selama 10 (sepuluh) tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang atas persetujuan Kedua Belah Pihak.

Dalam pemaparannya sebelum penandatanganan MoU, Kakanwil mengatakan bahwa IKAT sebenarnya mempunyai peran penting sebagai salah satu lembaga yang intens dalam melakukan syiar keagamaan di Aceh.

"Peran IKAT sangat sentral terutama kontribusi pengembangan keagamaan dan juga memberikan sosialisasi kepada siswa madrasah di Aceh untuk melanjutkan pendidikan di Timur Tengah," ungkap Kakanwil.

Kakanwil juga mengatakan IKAT juga dapat menjadi jembatan penghubung  untuk siswa melanjutkan pendidikan di Timur Tengah, mengingat tingginya minat siswa/santri di Aceh untuk melanjutkan studi disana.

Kakanwil meminta IKAT Aceh terlibat dalam proses pembinaan guru pendidikan Agama Islam di Aceh. Terutama dalam bidang Tahsinul Quran dan Pendidikan Ilmu Mawaris.

Selain itu, mahasiwa Aceh yang belajar di Timur Tengah juga perlu membantu jemaah haji Aceh dalam pelaksanaan ibadah haji,  sehingga tidak tertipu oleh agen yang tidak resmi.

"Semoga ke depan, IKAT juga bisa aktif terlibat dalam sosialisasi haji dan pembekalan manasik haji, dan Kanwil siap menfasilitasinya," tambah Daud Pakeh.

Hadirnya IKAT tentu memiliki harapan tersendiri bagi masyarakat, kami berharap IKAT menjadi suluh ditengah kegelapan, menjadi Duta kedamaian dengan menjalankan atau mendakwahkan dengan menggunakan Manhaj Wasathiyah  (Moderat),  La Ifrad wa Tafrid ( Tidak sekuler dan tidak pula ektrim).  Pesan ini yang kami tau selalu digaungkan oleh Al Azhar.  Maka sepatutnya para Alumni membawa risalah tersebut Di Bumi Aceh.

"Menyampaikan pesan wasathiyah, sejalan dengan  Mantra menteri Agama, Moderasi beragama. Ini jangan disalah artikan, moderasi beragama bukan moderasi Agama, karena agama telah sempurna.Alumni timur Tengah dapat mengambil peran penuh dalam membrantaskan Buta Aksara Al Qur an, Ikat memiliki kemampuan untuk itu,  bekerja sama dengan pemerintah Aceh atau kementerian Agama, kami juga akan membahas dengan bidang Pendidikan Madrasah untuk bekerjasama dalam hal ini, tahsin Al-Qur'an bagi guru di daerah perbatasan dan merata ke seluruh Aceh," ujar Daud Pakeh.

Sementara Ketua IKAT Aceh, M Fadhil Rahmi menyambut Baik MoU tersebut, dan diharapkan dapat diteruskan kepada Ketua IKAT terpilih di masa mendatang.

Ia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung IKAT Aceh selama ini.

"Terima untuk sahabat saya Anggota IKAT se Aceh yang telah membantu dan mendukung program IKAT selama ini, lebih kurang dua periode dan juga untuk semua mitra IKAT Aceh, mohon maaf atas segala kekurangan kami selama ini, kepada kandidat yang akan memimpin IKAT nantinya harus mempertahankan eksistensi IKAT Aceh. Ambillah yang baik-baik dari periode sebelumnya dan kedepan harus lebih baik dari masa kami," kata Fadhil.

Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh akan melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) ke 3 di Aula Mahkamah Syariah di Banda Aceh, Besok,  Minggu (25/8/2019).

Mubes tersebut dihadiri Anggota IKAT dari seluruh Aceh, sesepuh Ikat, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, IKAT Aceh akan memilih nahkoda baru menggantikan Tgk. Fadhil Rahmi,  Lc yang telah habis masa jabatan dan juga terpilih sebagai salah satu anggota DPD RI perwakilan Aceh.

Pada kesempatan tersebut, Ikat juga mengadakan bincang santai "Harapan Umat Pada Alumni Timur Tengah". dengan Narasumber sesepuh IKAT, Prof. Azman Ismail, Ketua Nahdhatul Ulama Aceh, Lem Faisal, Pimpinan Muhammadiyah Aceh, DR. Aslam Nur,  Kakanwil Kemenag Aceh,  H. M. Daud Pakeh dan Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Usamah el Madany.[]

Penulis:Dedi/rel
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...