BPJS Kesehatan Bersinergi dengan Dukcapil untuk Percepat Pendaftaran Bayi Baru Lahir di Aceh

Foto: Istimewa

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh bersama Dinas Registrasi Kependudukan Aceh (DRKA), Kamis (22/8/2019) mensosialisasikan pendaftaran bayi baru lahir kepada seluruh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di Provinsi itu.

Kegiatan sosialisasi pendaftaran bayi baru lahir kepada Dukcapil tersebut untuk mensinergikan program serta kebijakan dalam jaminan kesehatan yang erat kaitannya dengan masalah kependudukan.

Kegiatan yang mengambil tema Sosialisasi Kebijakan Kependudukan dalam Rangka Peningkatan Layanan Kesehatan bagi Bayi Baru Lahir melalui Pelaporan dan Pencatatan Kelahiran ini, diikuti oleh 55 peserta dari seluruh Kabupaten dan Kota di Aceh.

Nara sumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut dari BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Dinas Kesehatan Aceh, Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, dan beberapa rumah sakit pemerintah di Kota Banda Aceh.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh Kahar Muzakar mengatakan, tujuan sosialisasi ini dilaksanakan untuk mempercepat proses pendaftaran bayi baru lahir ke Dukcapil maupun ke BPJS Kesehatan.

“Dengan begitu, jika bayi baru lahir membutuhkan pelayanan kesehatan tidak mengalami hambatan karena dalam Program JKN-KIS mempersyaratkan bagi bayi yang telah berumur lebih dari 28 hari untuk memiliki dokumen kependudukan dengan tujuan untuk tertib administrasi kependudukan bagi masyarakat,”ujar Kahar Muzakar.

Karena menurut dia, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan, bayi baru lahir dari Peserta Jaminan Kesehatan wajib didaftarkan kepada BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan karena pada masa tersebut atau yang disebut dalam istilah medis masa neonatal adalah masa yang berisiko untuk terserang penyakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan.

Untuk itu, Kahar Muzakar menjelaskan, BPJS Kesehatan memberikan perlakuan istimewa bagi bayi baru lahir yang kurang dari 28 hari diberi dispensasi pengurusannya tanpa perlu terdaftar di dalam Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran.

Terobosan lainnya, pendaftaran bayi baru lahir dan berumur kurang dari 28 hari bagi Non Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk menjadi peserta JKN-KIS dapat dilakukan di rumah sakit tanpa perlu datang ke Kantor BPJS Kesehatan dan Dukcapil.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Registrasi Kependudukan Aceh (DRKA) Ade mengharapkan kepada Dinas Kesehatan Aceh agar dapat mendorong bidan-bidan yang ada di desa untuk berperan aktif mendaftarkan dan mengurus dokumen bayi baru lahir ke Dukcapil setempat.

“Kita semua tidak dapat bekerja sendiri, semua stakeholder harus saling bersinergi dan terintegrasi untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya pelaporan dan pencatatan baik itu adanya kelahiran dan kematian kepada dukcapil,”kata Ade.(dedy)

Komentar

Loading...