Korban Ditusuk Obeng Hingga Diinjak Kepala Dalam Air

Ini Kronologis Pembunuhan Remaja Ditemukan di Sungai Surin

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq bersama Kasubbag Humas, Ipda M Nur saat menggelar konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (14/8/2019

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Aris Ananda (16), warga Gampong Jawa, Banda Aceh ditemukan meninggal dunia dalam keadaan terapung di Sungai Gampong Surien, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh beberapa hari lalu. Ternyata, korban meninggal usai dianiaya oleh sejumlah teman sepermainannya.

Hal ini diungkapkan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq bersama Kasubbag Humas, Ipda M Nur saat menggelar konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (14/8/2019) sore.

Kapolresta mengatakan, peristiwa ini berawal dari perselisihan yang terjadi antara teman korban bernama Bo dengan teman lainnya yang kini ditetapkan sebagai tersangka yakni MI alias Iqbal pada Minggu (11/8/2019) lalu.

"Korban dan Bo datang ke lokasi kejadian pertama yakni di kawasan Taman Krueng Neng, disitu kemudian korban dan Bo dianiaya pelaku bersama sejumlah rekannya yang lain. Mereka dikeroyok, dipukul, ditendang bahkan ada ditusuk pakai obeng," ujarnya.

Setelah pengeroyokan itu, Bo dan Aris pun sempat kabur dari amukan para pelaku dengan menggunakan motor dan sempat dikejar oleh sebagian pelaku lainnya yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

Saat itu, Aris yang dalam keadaan lemah terjatuh dari motor dan langsung bersembunyi di balik bendungan aliran sungai, sementara Bobi langsung melarikan diri dengan motornya.

"Tersangka lain yakni RF alias Wak dan MF mengejar korban ke arah saluran air, sementara tersangka KH alias Vijay dan SS mengejar Bobi. RF dan MF menemukan korban setelah menyusuri sungai. Lalu kepala dan bahu korban diinjak hingga masuk ke dalam air selama sekitar 10 menit. Korban meninggal setelah tenggelam di dalam sungai dan tak muncul lagi ke permukaan air," ungkapnya.

Kini, seluruh tersangka yang terlibat masih diamankan di Mapolresta Banda Aceh untuk diproses lebih lanjut. Polisi pun mengamankan sejumlah barang bukti seperti obeng dan sejumlah motor yang digunakan pelaku, termasuk beberapa helai pakaian korban.

"Ada 7 tersangka yang kita tetapkan dalam kasus ini dan semuanya masih dibawah umur serta masih berstatus sebagai pelajar. Satu diantaranya ada yang sudah 18 tahun dan tidak lagi bersekolah," kata Trisno.

Untuk diketahui, para tersangka yang ditangkap yakni AA (17), RF (15), warga Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar serta SS alias Bulek (17), MI alias Iqbal (16), MF (16) serta MH (15), warga Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.

"Semua masih berstatus pelajar, hanya satu orang yang sudah tergolong dewasa yakni KH alias Vijay (18), warga Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Para tersangka dijerat Pasal 80 ayat 1,2,3 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 170 KUHPidana," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...