Mengaku 7 Kali Mati dan Bertemu Allah, Warga Amankan Seorang Pimpinan Pengajian Sesat di Makam Syiah Kuala

Warga Amankan Seorang Pimpinan Pengajian Sesat di Makam Syiah Kuala

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Puluhan warga di sekitar Komplek Makam Syiah Kuala yang berada Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh mengamankan sejumlah lelaki yang diduga melakukan kegiatan aliran sesat, Rabu (8/8/2019) tadi malam sekira pukul 22.55 WIB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Kuta Alam, AKP Edi Saputra mengatakan, peristiwa ini awalnya diketahui dari informasi masyarakat tentang adanya kegiatan kajian yang diduga sesat sehingga mengundang reaksi warga sekitar.

"Puluhan warga mengerumuni sejumlah lelaki yang diduga sesat ini, kita bersama Polresta Banda Aceh langsung ke lokasi untuk mencegah hal yang tak diinginkan," ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (8/8/2019).

Sejumlah lelaki itu pun langsung diamankan sementara ke Mapolsek Syiah Kuala. Disana, lanjut Kapolsek, diadakan musyawarah antara kepolisian dengan MPU Kota Banda Aceh dan sejumlah pihak terkait lainnya. Hadir Ketua MPU Kota Banda Aceh, Tgk Damanhuri, Keuchik Gampong, Mukim dan lainnya.

"Hasil koordinasi ini yaitu setiap ada pengajian di wilayah Banda Aceh, khususnya di Komplek Makam Syiah Kuala agar melaporkan kepada perangkat gampong setempat. Terkait kajian yang diduga aliran sesat ini akan dikaji ulang oleh MPU Kota Banda Aceh dan akan dilakukan pendalaman di kantor MPU terhadap mereka," jelasnya.

Para lelaki yang diamankan yakni Muhammad Yahya yang diamankan di Mapolsek Syiah Kuala guna penyelidikan lebih lanjut. Kemudian, Zakaria yang dijamin dan diberikan pembinaan oleh Ketua Mukim Syiah Kuala, Tgk Zainuddin Ubit.

Lalu, sambung mantan Kapolsek Lueng Bata ini, seorang lelaki lainnya bernama Alfi yang sementara dititipkan kepada keluarga dan sewaktu-waktu akan dihadirkan kembali untuk memberikan keterangan lebih lanjut terkait kajian yang dilakukan.

*Pembahasan Lanjut Terkait Kajian Sesat di Makam Syiah Kuala

Pembahasan terkait kegiatan pengajian yang diduga sesat berlanjut di Aula MPU Kota Banda Aceh hingga hari ini dengan melibatkan sejumlah pihak. Dinilai bahwa Muhammad Yahya atau yang disapa Abi Muhammad Yahya dianggap sesat.

Pembahasan ini dipimpin langsung oleh Ketua MPU Kota Banda Aceh, Tgk Damanhuri Basyir dan dihadiri oleh Kapolsek, serta unsur terkait lainnya.

Dalam kegiatan itu, Abi Muhammad Yahya mengaku dirinya telah mengalami kematian sebanyak tujuh kali dengan kematian terakhir bertemu yang dengan Allah dan bertemu dengan Rasulullah sebanyak 22 kali. Ia juga mengaku didatangi oleh Abu Bakar yang kemudian diperintahkan oleh Syeikh-Abdurrauf supaya beliau bertaubat.

Pengakuan lainnya, dirinya tak pernah mempelajari ilmu pengetahuan agama dan tidak pernah mengajar. Abi Yahya hanya mendapatkan ilmu melalui ilham kemudian mengajarkannya kepada masyarakat.

Sementara, Ustad Fahmi Sofyan yang hadir dalam pembahasan tersebut mengatakan, pengajian Abi Yahya untuk wilayah kota Banda Aceh belum dikenal dan untuk menghindarkan ekses dan konflik dalam masyarakat yang tidak diinginkan sebaiknya dihentikan.

"Mengajarkan orang lain tanpa adanya ilmu adalah sesat dan menyesatkan, maka tidak dibenarkan dalam Islam," katanya.

Selain itu, Wakil Ketua I MPU Kota Banda Aceh, Tgk Tu Bulqaini mengatakan, ilmu ajaran Abi Muhammad Yahya diperoleh dari data-data yang sebahagiannya didapat di media sosial seperti Youtube yang sangat membahayakan. Menurutnya, apa yang disampaikan tidak kita temukan dalilnya.

"Surat arahan akan kita keluarkan tembusan kepada Polsek, kasus Abi Yahya bukan kepada penodaan agama tetapi pendangkalan aqidah, sehingga ini kita arahkan kepada Satpol PP/WH Kota Banda Aceh," katanya.

Mukim Syiah Kuala, Tgk Zainuddin Ubit mengatakan, para warga berang dengan kajian tersebut lantaran saat pengajian yang bersangkutan mengatakan bahwa para santri yang mondok di dayah dianggap kafir.

"Diakui, hal ini dikatakannya berdasarkan konten video Youtube yang tersebar," katanya.

Dari rapat pembahasan kasus tersebut, pihak MPU Kota Banda Aceh menyimpulkan bahwa pengajian Abi Yahya di seluruh wilayah Kota Banda Aceh dihentikan. Pengajian Abi Yahya ini dianggap mengarah kepada penyimpangan Tauhid dan Pendangkalan Aqidah dan bukan penistaan agama.

Penanganan permasalahan ini dilimpahkan ke Satpol PP/WH Kota Banda Aceh untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut dan saat ini Abi Muhammad Yahya diserahkan ke pihak Satpol PP/WH Kota Banda Aceh.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...