DPRA Minta Dilibatkan Mantan Petinggi GAM Selesaikan Qanun Bendera dan Lambang Aceh

ACEHPORTALDewan Perwakilan Rakyat Aceh dengan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengadakan pertemuan

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Ketua DPRA Sulaiman dalam pertemuan dengan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk membahas surat pembatalan Qanun Bendera dan Lambang Aceh mengatakan, jika benar surat yang dikeluarkan Kemendagri tentang pembatalan qanun bendera dan lambang Aceh maka keputusan itu adalah sepihak, tanpa ada koordinasi dengan DPRA bahkan tanpa ada surat resmi dikirim ke DPRA.

“Oleh karena itu, kita duduk dengan unsur Pemerintah Aceh saat ini adalah untuk mencari solusi yang arif dan bijaksana menanggapi surat ini, dalam hal ini perlu kita libatkan mantan petinggi GAM agar tidak berlarut dan cepat terselesaikan.” ujar Sulaiman kepada Plt Gubernur.

Sementara itu mantan Ketua DPRA Muharuddin yang juga hadir dalam pertemuan itu menjelaskan, tahun 2016 memang pada masanya memimpin di DPRA namun Muharuddin mempertegas bahwa dirinya belum pernah menerima surat tersebut.

“Saya sampaikan bahwa saya selaku Ketua DPRA pada saat itu saya tidak pernah menerima salinan Mendagri saya juga telah korscek ke mantan Sekwan, dan kebagian hukum, tidak ada juga surat tersebut secara resmi.” Terang Muharuddin.

Muharuddin mengajak semua pihak agar tidak perlu menanggapi surat ini karena DPRA dan Pemerintah Aceh belum menerima surat tersebut secara resmi.

"Ini momentum yang baik menyelesaikan Qanun Bendera dan Lambang tersebut, kita undang mantan petinggi GAM yang sekarang namanya KPA, untuk langkah kita selanjutnya audensi ke Presiden RI secara terbuka jangan Kemendagri lagi karena akan panjang persoalan lagi nanti." kata Muharuddin dalam forum pertemuan.

Azhari Cage juga merespon hal tersebut, menurutnya, sekarang masa colling down tidak ada istilah pembatalan. “Ketika surat ini beredar ini aneh, tidak ada kompromi dan konsultasi apapun dengan DPRA sudah tiga tahun lamanya dan surat pembatalan ini jelas tidak sesuai UU secara administrasi, kita harus lawan untuk mempertahankan marwah, kekhususan aceh, keistimewaan Aceh” terang Cage.

Penulis:Rol/redaksi
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...