Ini Kata Polisi Terkait Dugaan Pelecehan Seksual oleh Pejabat di Aceh Jaya

Surat pelaporan pejabat aceh jaya

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Seorang perempuan muda berinisial N dimintai keterangan oleh penyidik Dit Reskrimsus Polda Aceh terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang dialaminya yang diduga dilakukan oleh seorang pejabat aktif di Aceh Jaya berinisial I.

Pelapor yang didampingi oleh tim kuasa hukumya yang berasal dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menjalani pemeriksaan beberapa jam di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Kamis (1/30/2019) siang kemarin.

Kasus dugaan pelecehan seksual ini terjadi Agustus 2018 lalu dan baru dilaporkan ke Polda Aceh pada Juli 2019 kemarin dan siang kemarin menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik dengan meminta keterangan kepada Pelapor.

Terkait kasus ini, pihak kepolisian pun belum berkomentar banyak. "Masih nihil ndan," ujar Dir Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol T Saladin melalui pesan singkat saat ditanya mengenai kasus tersebut, Kamis malam.

Kasubdit II Tipid PPUC, AKBP Musbah Niam yang diketahui sebagai pihak yang menangani kasus itu pun hingga kini belum menjawab saat dikonfirmasi terpisah melalui telepon seluler dan pesan singkat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono mengaku akan mengecek hal. "Coba saya cek dulu," kata Kabid Humas juga melalui pesan singkat Whats'App, Jumat (2/8/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pejabat di Aceh Jaya berinisial I dilaporkan ke Polda Aceh atas dugaan pelecehan seksual terhadap N. Kasus ini dilaporkan korban pada 15 Juli lalu dengan Nomor Laporan Pengaduan Nomor : Reg/138/VII/RES.2.5/2019/Subdit II Tipid PPUC/Ditreskrimsus.

Kasus dugaan pelecehan seksual ini terjadi pada Agustus 2018 lalu yang mana saat itu Terlapor menjemput korban dan mengajak korban jalan-jalan menggunakan mobil pribadinya ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar.

Tiba di lokasi parkiran bandara, Terlapor menyuruh korban untuk membuka celana Terlapor. Karena Pelapor tak menuruti, Terlapor membuka sendiri celananya memperlihatkan alat kelamin kepada Pelapor serta memaksa Pelapor untuk memegang alat kelamin Terlapor.

Petugas bandara yang sedang patroli di parkiran pun datang, sehingga Terlapor panik dan menyuruh Pelapor untuk turun dari mobil. Pelapor keluar dari bandara dengan berjalan kaki dan menghubungi seorang teman untuk menjemputnya.

Berselang dua minggu, Terlapor menghubungi korban melalui Video Call Whats'App. Beberapa saat kemudian, Terlapor masuk ke kamar mandi dan memperlihatkan alat kelamin kepada Pelapor yang sedang melakukan onani.

Beberapa minggu setelahnya, Terlapor melakukan hal yang sama dan langsung di screen shot oleh Pelapor. Terlapor terus melakukan video call itu untuk ke sekian kalinya namun pelapor sudah tak menggubris serta menolak panggilan masuk video call itu.

"Atas kejadian tersebut, saya merasa dilecehkan dan dirugikan sehingga saya melapor ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh," ujar N singkat saat ditemui di Mapolda Aceh kemarin.

Dalam surat tanda bukti laporan itu juga disebutkan, Terlapor yakni I dalam penyelidikan. Surat laporan tersebut ditandatangani oleh Penyidik Pembantu yakni Brigadir Dicky Yulian.

Dalam proses BAP kemarin, Pelapor terlihat didampingi oleh tim kuasa hukumya dari YARA dan saat pemeriksaan didampingi oleh Mila Kesuma yang juga selaku Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) YARA.

Ketua YARA, Safaruddin yang juga hadir di Polda Aceh menyampaikan, kegiatan kemarin adalah pemeriksaan keterangan dari Saksi Korban (Pelapor) dan proses ini masih dalam proses penyelidikan Polda Aceh.

"Kegiatan hari ini adalah pemeriksaan keterangan dari Saksi Korban (Pelapor) dan proses ini masih dalam proses lidik Dit Reskrimsus Polda Aceh," katanya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...