Hanya 1.200 Pekerja Kontruksi yang Punya Sertifikat Kompetensi Kontruksi di Aceh

Pihak PT Harum Jaya bersama Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh menggelar kegiatan Program Peningkatan SDM Kontruksi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Sekitar empat ribu tenaga kerja kontruksi di Aceh, hanya 1.200 yang memiliki sertifikat kompetensi konstruksi tahun ini. Jumlah tersebut dinilai sedikit jika dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja di Aceh yang cukup banyak.

Hal ini dikatakan Kepala Balai Jasa Kontruksi Wilayah I Banda Aceh, Yusuf Rahmat dalam konferensi pers terkait pembukaan Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMK2) bagi yang digelar pihaknya bersama PT Harum Jaya, Senin (28/7/2019) di Banda Aceh.

Oleh karenanya, pihaknya berupaya menggenjot jumlah tenaga kerja konstruksi untuk mendapatkan serifikat. Ditargetkan, sekitar tiga ribu tenaga kerja kontruksi akan tersertifikasi hingga Oktober 2019 mendatang.

“Sekitar 4000 tenaga kerja 2019 yang ada di Aceh ini baru 1200 tersertifikasi. Untuk 3000 (sertifikasi tenaga kerja) semua kabupaten/kota akan kita garap dan mudah-mudahan usai Oktober sudah rampung,” ujarnya.

Dijelaskan, selama ini tingkat kesadaran tenaga kerja konstruksi baik dari perusahaan pemerintah maupun swasta untuk mengikuti bimtek dan mendapat sertifikasi di Aceh masih rendah. Padahal, sertifikasi sangat penting bagi perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi.

“Di Aceh sendiri belum secara keseluruhan dan belum tertangani secara maksimal, kemudian belum punya kesadaran dan keinginan sumber daya manusianya untuk memiliki pengakuan,” katanya.

Ia pun mengajak semua tenaga kerja untuk segera mengikuti keterampilan guna mendapat sertifikasi. Pihaknya siap memfasilitasi agar tenaga kerja itu bisa professional dalam bekerja.

“Kalau ada keinginan untuk maju, ya silahkan mengikutinya. Kita masih punya waktu hingga Oktober kedepan,” katanya lagi.

Dirinya juga mengingatkan agar perusahaan juga wajib memiliki sertifikat K3 bagi pekerjanya. Sejauh ini, baru pekerja perusahaan PT Harum Jaya yang memiliki kesadaran untuk bisa mengikuti bimtek dan sertifikasi K3.

"Apalagi, sertifikat K3 sangat berguna sebelum mengikuti pelelangan dan sertifikat itu wajib dilampirkan dalam dokumen rencana keselamatan konstruksi (RKK) yang dimiliki perusahaan. Yang serifikasi K3 itu baru ini, ya kita cukup apresiasi pihak perusahaan PT Harum Jaya mau melakukan sertifikasi K3,” jelasnya.

Direktur Utama PT Harum Jaya, Mansur menyebutkan, setiap perusahaan khususnya kontruksi sangat penting untuk memiliki petugas K3. Jika tidak memiliki petugas K3, proyek yang sedang dijalankan bisa saja akan dihentikan dan hal ini sesuai ketentuan Undang-undang.

“Penyedia rata-rata tidak mengerti pentingnya petugas K3, padahal proyek bisa dihentikan jika tidak ada petugas K3,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya termotivasi untuk menggelar bimtek sistem manajemen keselamatan kerja yang difasilitasi oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah 1 Banda Aceh karena pentingnya sertifikat petugas K3.

“Kami akan buat lagi nanti untuk pekerja, karena kami anggap ini sangat penting,” tambah Mansur.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...