Bea Cukai Aceh Musnahkan 28 Ton Bawang Merah Selundupan

Pemusnahan bawang ilegal

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh memusnahkan 28 ton bawang merah selundupan. Puluhan ton bawang ini diselundupkan menggunakan KM Bintang Torang beberapa waktu lalu yang akhirnya ditangkap petugas.

Pemusnahan bawang senilai Rp 762 juta ini dilakukan di Pangkalan Bea Cukai Belawan, Sumatera Utara, Kamis (25/7/2019) siang. Seluruh bawang dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan alat berat sehingga tak dapat digunakan lagi.

Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Aceh, Iwan Kurniawan mengatakan, upaya penyelundupan itu beberapa waktu lalu digagalkan Tim Patroli Bea Cukai di perairan Ujung Tamiang, Aceh Tamiang, Senin (1/7/2019) malam lalu.

"Kerugian negara dari sektor pajak sebesar Rp 266 juta. Pemusnahan ini dilakukan setelah keluar hasil laboratorium Karantina Pertanian yang mana seluruh bawang tersebut terdapat cendawan Stemphyllium herbarum, Alternaria alternate, Fusarium solani, Penicillium oxalicum dan dalam kondisi busuk sesuai Surat Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Nomor: 1818/KR.020/K.9.A/07/2019 tanggal 15 Juli 2019," jelasnya.

Pihaknya mengaku, pemusnahan ini merupakan sinergitas antara Kanwil Bea Cukai Aceh, Kejaksaan Tinggi Aceh, Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara, Balai Besar Karantina Pertanian Belawan dan KPPBC Tipe Madya Pabean Belawan.

"Berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan Nomor : PDP-07/WBC.01/PPNS/2019 tanggal 2 Juli 2019 atas tindak pidana kepabeanan di bidang impor, telah ditetapkan 5 tersangka dan saat ini ditahan di Rutan Klas II B Labuhan Deli, Medan Labuhan, Sumatera Utara," katanya.

Para pelaku penyelundupan bawang itu dijerat dengan Pasal 102  huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan.

"Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana enjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar," ungkapnya.

Dengan adanya sanksi hukum ini, lanjut Iwan, diharapkan pelaku usaha maupun masyarakat tidak melakukan tindakan penyelundupan dan/ atau membeli barang hasil penyelundupan sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk berupaya melindungi petani bawang, melindungi masyarakat dan lingkungannya dari penyakit yang diakibatkan adanya importasi tumbuhan, hewan dan produk turunannya serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri dan mendongkrak penerimaan negara dari sektor bea masuk dan pajak.

"Hal ini sejalan dengan fungsi Bea Cukai sebagai community protector, trade fasilitator, industrial assistance, dan revenue collector untuk menjadikan Indonesia melalui Kementerian Keuangan Tepercaya dan agar Bea Cukai Makin Baik," tutupnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...