Sebanyak 18 Anak Binaan di LPKA Banda Aceh Dapat Remisi, Satu Orang Bebas

Memperingati Hari Anak Nasional

BANDA ACEH , ACEHPORTAL.COM - Memperingati Hari Anak Nasional tahun ini, sebanyak 18 orang anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas II Banda Aceh mendapatkan remisi. Dari belasan anak tersebut, seorang anak binaan dinyatakan bebas setelah sisa masa tahanannya habis usai diberikan remisi.

"Sebanyak 18 anak binaan ini mendapat remisi selama satu bulan. Dari seluruh penghuni lapas anak yang berjumlah 23 anak, hanya 18 orang yang memperoleh remisi dan satu orang bebas setelah mendapat remisi Hari Anak Nasional," ujar Kepala LPKA Banda Aceh, Ridha Ansari

Dijelaskan, seorang anak yang bebas tersebut berinisial MR yang tersenggol kasus pencurian. Sebelumnya, MR dibina di Lapas setempat selama enam bulan dan pemberian remisi hari ini merupakan bagian dari remisi khusus dalam rangka Hari Anak Nasional 2019.

Remisi ini adalah salah satu momen pemberian remisi selain remisi hari kemerdekaan dan remisi perayaan hari-hari besar. Namun, tidak semua anak binaan yang berada di LPKA Banda Aceh tersebut diberikan remisi.

"Sesuai dengan aturan yang berlaku, anak yang telah berusia lebih dari 18 tahun tidak lagi diberikan remisi. Tetapi, anak tersebut masih diizinkan berada di LKPA karena di awal penahanan, usianya masih masuk dalam kategori tahanan anak," jelasnya.

Pihak LKPA Banda Aceh juga melaksanakan aneka perlombaan dalam memperingati Hari Anak Nasional 2019. Dua minggu sebelum Hari Anak Nasional, pihaknya mengadakan perlombaan olahraga, perlombaan Islami dan lainnya.

"Kita laksanakan saat masa libur sekolah. Ini bagian dari cara kita membangun keakraban antar anak yang ada disini," kata Ridha lagi.

Sebanyak 23 anak yang dibina di LKPA Banda Aceh berasal dari seluruh daerah di Aceh. Para tahanan anak ini terdiri dari berbagai kasus seperti asusila, narkoba atau pencurian dan hanya tahanan kasus terorisme serta korupsi yang tidak ada di LKPA Banda Aceh.

Pendidikan dan kekeluargaan menjadi pola pengasuhan utama yang diberikan kepada tahanan anak. Setiap empat orang anak, akan diasuh oleh dua orang petugas.

"Empat anak didik diasuh oleh dua orang petugas, pria dan wanita, jadi anggap mereka sebagai ayah dan ibunya. Makanya ada perlombaan keluarga asuh, petugas pasti malu juga kan kalau anaknya melanggar aturan," ungkapnya.

Diharapkan, setelah menjalani masa tahanan para anak didik ini dapat kembali kepada keluarga dan lingkungan masyarakat serta mampu menjadi anak yang lebih baik dari yang sebelumnya.

"Semoga anak-anak ini semua bisa lebih baik lagi setelah dari sini dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang," tambah Ridha.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...