Menganyam Pendidikan Aceh Hebat

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin menyerahkan mendali kepada putra putri Aceh yang meraih juara tingkat nasional

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Provinsi Aceh kembali mendulang prestasi di tingkat nasional, dimana sebanyak enam medali berhasil diraih kontingen Aceh pada Olimpiade SainsNasional (OSN) jenjang SMA di Kota Manado, Sulawesi Utara. Pada ajang bergengsi ini, para siswa Aceh harus berkompetisi dengan perwakilan dari 33 provinsi lainnya di Indonesia.

Adapun keenam siswa Aceh yang berhasil meraih juara yaitu Ilham Darni dari SMA Fatih Bilingual School yang mendapat medali perak Fisika, Ahmad Faqih dari SMA Fatih Bilingual School meraih medali perunggu Matematika, Hamlul Khair dari SMAN Modal Bangsa Aceh meraih medali perunggu Informatika, Sulthan Afif dari SMAN Modal Bangsa Aceh meraih medali perunggu Informatika, Muhammad Mikhail Ghrilman dari SMAN Modal Bangsa Aceh meraih medali perunggu Astronomi, dan Mashita dari SMA Fatih berhasil meraih medali perunggu bidang Kebumian.

Kedatangan rombongan pelajar Aceh di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda disambut hangat oleh para pemangku pendidikan di Aceh. Mereka adalah pelajar Aceh yang mencatatkan prestasi di Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin keberhasilan yang diraih siswa-siswi yang mewakili Provinsi Aceh pada OSN jenjang SMA merupakan suatu yang spektakuler.

"Alhamdulillah, pelajar Aceh mampu meraih medali meski bersaing dengan pelajar dari 34 provinsi di Indonesia. Ini adalah bukti bahwa anak-anak kita dan pendidikan di Aceh tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia,” kata Syaridin, beberapa waktu lalu. “Ini adalah ajang untuk nilai kompetensi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).”

Dalam ajang ini, pelajar Aceh bersaing dengan 759 pelajar dari SMK seluruh Indonesia. Tidak hanya kreativitas, para pelajar Aceh juga memberikan karya terbaik dalam even tahunan yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Para perhelatan kali ini, terdapat lima kategori kegiatan pendukung: Workshop Industri, Job Matching, Gerakan Literasi Sekolah, Pameran Produk Inovatif Karya Siswa SMK dari 34 Provinsi, dan Fashion Show yang memperkenalkan busana muslim Indonesia. Hal ini senada dengan tema kegiatan bertajuk "Kompeten Menyongsong Industri 4.0".

Pada kesempatan ini, dua medali perak dan dua perunggu. Masing-masing diraih oleh Febri Yanti (siswi SMKN 1 Kutacane, juara II lomba Hairdressing) dan Muhammad Bilal Arve (siswa SMKN 1 Banda Aceh, juara II lomba Graphic Design Technology).

Sedangkan medali perunggu diraih oeh Syaiful Mahdi Hasihwan (siswa SMKN 2 Banda Aceh, juara III lomba CNC Milling) serta M Rianda Saputra (siswa SMKN 2 Langsa, juara III lomba Plumbing and Heating).

Pencapaian harusnya menjadi motivasi bagi seluruh siswa dan pendidik di SMK menjadi lebih baik. Pada perhelatan sebelumnya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pelajar Aceh meraih dua medali; satu emas dan satu perunggu.

“Bukan tak mungkin kita akan mendapatkan lebih banyak medali pada kegiatan tahun depan,” katanya.

Para pemenang LKS SMK ini tak hanya diganjar medali. Dinas Pendidikan Aceh juga akan memberikan penghargaan dari Pemerintah Aceh kepada mereka. Penghargaan kepada para juara tingkat nasional maupun internasional akan diberikan pada peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) yang dilaksanakan pada 2 September 2019.

Tak hanya di tingkat atas. Pencapaian penting juga diraih oleh guru dan tenaga kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Kemasyarakatan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional. Acara ini digelar akhir Juni lalu di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Di ajang tersebut, wakil Aceh meraih dua juara I; kategori tutor keaksaraan dan tenaga kependidikan PAUD Khusus. Tidak hanya itu, wakil Aceh juga meraih empat gelar lain. Masing-masing juara III Guru KB/TPA/SPS, juara II Instruktur Komputer, juara III Pamong Belajar SKB, dan juara III Pengelola TBM.

Pada penutupan even nasional yang dilakukan Direktorat Jenderal GTK PAUD dan Dikmas, Harris Iskandar, juga diserahkan pataka kepada Pemerintah Aceh yang diterima Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas dan  Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Aceh, Zulkifli.

Penyerahan ini sekaligus menandai terpilihnya Aceh sebagai tuan rumah penyelenggaraan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi tahun 2020.

Pendidikan Aceh merupakan jalan penting menuju Aceh sejahtera. Pendidikan adalah kunci untuk mewujudkan Aceh Hebat. Terutama setelah bencana ganda, gempa bumi dan tsunami serta perdamaian di Aceh.

Karenanya, kata Syaridin, seluruh pemangku kepentingan pendidikan serta Kepala Pemerintahan Aceh memberikan perhatian terhadap perkembangan kualitas pelajar hingga para pendidik. Karena tak mungkin meraih kejayaan serta kejayaan tanpa sumber daya manusia hebat. (adv)

Penulis:Redaksi
Rubrik:Pendidikan

Komentar

Loading...