Kejari Temukan Dugaan Korupsi Riview Design Pelabuhan Balohan Sabang Oleh BPKS

AcehportalKajari Sabang Suhendra SH

SABANG, ACEHPORTAL.COM - Kejaksaan Negeri Kota Sabang saat ini tengah menangani kasus dugaan korupsi pekerjaan review design pembangunan terminal Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang melalui DIPA Satker BPKS TA 2016.

Kajari Sabang Suhendra SH mengatakan, saksi yang telah diperiksa dalam kasus ini sudah berjumlah 30 orang, termasuk saksi ahli forensik dai BPKP pusat, dan pihak Kejari tinggal menunggu hasil audit jumlah kerugian negara.

Suhendra SH menyebutkan, bahwa pada tahun 2016 satker Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan pelabuhan Bebas Sabang telah menganggarkan biaya untuk pekerjaan Review Design Pembangunan Terminal Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang melalui DIPA Satker BPKS dari anggaran APBN Tahun 2016 sebesar Rp.633.975.000. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT. Batel Indonesia.

Ternyata hasil pekerjaan pembuatan gambar untuk proyek terminal modern Balohan Sabang tidak bisa digunakan. Sedangkan anggaran sudah 100 persen dibayarkan oleh PPK Perencanaan BPKS kepada perusahaan tanpa ada pemeriksaan dan serah terima.

Dikemudian hari saat memulai proyek pembangunan Terminal Balohan Sabang (saat ini sedang dikerjakan-red), produk pekerjaan DED dan RAB review Design Pembangunan Teriminal Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang tidak selesai dikerjakan oleh PT Batel Indonesia dan juga tidak bisa digunakan sama sekali sehingga harus diperbaiki oleh konsultan MK dan PPK Pembangunan.

"Akibatnya telah terjadi kerugian negara dengan dilaksanakan pembayaran 100 persen kepada PT Batel Indonesia atas pekerjaan tersebut," ujar Kajari Sabang Suhendra, Sabtu (6/7) saat ditemui di Sabang.

Kajari juga menambahkan, perusahan PT Batel Indonesia juga telah memanipulasi tenaga ahli dan staf pendukung ahli untuk tujuan bisa menarik penuh anggaran dalam pekerjaan tersbut, padahal setelah diperiksa para tenaga ahli dan staf pendukung ahli tidak mengetahui hal tersebut maupun surat pernyataan yang sudah ditanda tangani untuk mengamprah uang di BPKS.

Selain itu, Penyidik Kejari Sabang juga menemukan PT Batel Indonesia melakukan kecurangan dalam mengikuti lelang proyek tersebut, hal itu dapat dilihat dari hasil audit tim forensik BPKP Pusat pada aplikasi e-lelang di BPKS.

Penulis:Rol
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...