Menuju Sistem Informasi Aceh Terpadu yang Terintegrasi

Anugerah KIA

ACEHPORTAL.COM - SIAT, adalah singkatan dari Sistem Informasi Aceh Terpadu. Untuk mendukung program ini, pada tahun 2017 telah diterbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 29 tentang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Di tahun 2019 ini, juga telah terbit Pergub nomor 20 tahun 2019 tentang SIAT.

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, sejalan dengan salah satu program prioritas Pemerintah Aceh, yaitu Aceh SIAT (Sistem Informasi Aceh Terpadu) yang merupakan integrasi dari sistem informasi, pengelolaan data yang terpadu dan dapat digunakan untuk semua sektor pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan adanya SIAT, seluruh informasi yang berguna untuk pembangunan dan pelayanan akan diperbaharui dengan cepat, dapat diakses melalui satu pintu serta menjadi acuan bersama dalam perencanaan pembangunan pada setiap tingkatan pemerintahan,” imbuh Nova.

Pasca terbitnya kedua Pergub ini, sejumlah aplikasi terus dikembangkan untuk mendukung program Aceh SIAT, yaitu Sistem Informasi manajemen Agenda Pimpinan. Aplikasi Profil Kesehatan, Aplikasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum terintegrasi, Aplikasi LKH Da’i Perbatasan yang telah berbasis mobile.

Selanjutnya, Pemerintah Aceh juga telah melakukan pengembangan aplikasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) multisite dan multidomain. Pengembangan webcore dayah juga dilakukan secara multisite dan multidomain. Selanjutnya, juga diluncurkan Aplikasi monitoring berita di website Satuan Kerja Perangkat Aceh. Aplikasi Manajemen Aset.

Pemerintah Aceh juga meluncurkan Aplikasi webcore Gampong ID sebanyak 6.497 domain. Aplikasi Sistem Informasi Gampong Aceh Province, Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di 3 Rumah Sakit. Aplikasi e-Keurani, yaitu (Sistem Informasi Manajemen Aparatur Sipil Negara Terintegrasi Pemerintah Aceh) Aplikasi SIMANJA (Sistem Informasi Manajemen Kerja) dan Absensi Online Terintegrasi.

Pemerintah Aceh juga telah meluncurkan Aplikasi e-Planing dan e-Budgeting dalam sistem penganggaran. Peluncuran aplikasi ini sesuai dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo, yaitu membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan tepercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik.

Aplikasi ini akan mulai digunakan dalam Penyusunan Anggaran Belanja dan Pendapatan Aceh (APBA) tahun 2020. Tidak hanya untuk penganggaran APBA, kedua aplikasi ini juga akan digunakan untuk perencanaan dan penganggaran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), yang nantinya juga terintegrasi dengan sistem di Kementerian Dalam Negeri.

Diterapkannya e-planning dan e-budgeting yang terintegrasi, maka penyusunan rencana kerja dan anggaran mulai dari tingkat Pemerintah Aceh hingga ke Pemerintah Kabupaten/Kota, akan lebih tepat sasaran, cepat, efektif dan efisien.

“Cita-cita besar dari apa yang kita lakukan hari ini adalah untukmeminimalisir penyalahgunaan anggaran yang tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Helvizar Ibrahim.

Untuk mendukung Program Aceh SIAT, Pemerintah Aceh juga telah menyediakan akses internet di 100 Puskesmas, menyediakan akses internet di 150 titik Taman Digital di seluruh Aceh, dan meluncurkan Aplikasi MANTRA (Manajemen Integrasi Informasi dan Data).

Berbagai terobosan Pemerintah Aceh ini pun mendapatkan pengakuan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. LAPAN memberi Apresiasi Indriya Mandrawa kepada Bappeda Aceh, pada Rapat Koordinasi Nasional Citra Satelit Inderaja, di Jakarta. [Adv]

Komentar

Loading...