“Ultimatum” Komisi I DPRA dan Komisi A Se-Aceh

rapat koordinasi dengan Komisi A DPRK Se-Aceh guna membahas tentang kondisi politik di Aceh dan evaluasi 14 tahun perdamaian Aceh

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Komisi I DPR Aceh yang membidangi hukum, politik dan pemerintahan mengadakan rapat koordinasi dengan Komisi A DPRK Se-Aceh guna membahas tentang kondisi politik terkini di Aceh.

Rapat yang berlangsung di ruang Serbaguna Kantor DPRA tersebut, Rabu (19/6/2019) dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRA Tgk Azhari alias Cage dan diahadiri sejumlah perwakilan Komisi A DPRK se Aceh.

Sedangkan yang hadir dari Komisi A DPR Kabupaten/kota se Aceh Komisi A DPRK Pidie, Lhokseumawe, Aceh Utara, Nagan Raya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Barat dan juru bicara DPRK se Aceh.

Azhari Cage mengatakan, tujuan rapat tersebut adalah untuk meminta masukan dari Komisi A DPRK se-Aceh untuk langkah politik di Aceh terkait MoU Helsinki dan Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) tahun 2006.

Dia menambahkan, perjanjian MoU dan UUPA harus dijalankan secara tuntas dan menyeluruh, "saat ini sudah 14 tahun perdamaian Aceh namun pemerintah pusat melanggar perjanjian itu," sebut Azhari.

Komisi I DPRA akan melanjutkan pertemuan ini Juli mendatang dan akan melakukan paripurna dan setelah itu baru secara khusus menyurati pemerintah pusat yaitu Presiden dan Mendagri tujuannya agar Aceh menjadi lebih baik.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRK Pidie Mahfuddin Ismail mengharapkan pembentukan sebuah badan untuk menyelesaikan persoalan Aceh yang belum tuntas, didalamnya dibagi pokja yang diisi oleh orang-orang yang ahli dibidangnya untuk penyelesaian tugas yang masih menjadi persoalan.

"Kita juga harus memberikan batas waktu kepada pemerintah pusat untuk menuntaskan isi perjanjian MoU Helsinki dan Implementasi UUPA," ujar Mahfuddin dalam forum.

M Yasir Ketua DPRK Lhokseumawe meyebutkan, Aceh saat ini hanya menuntut hak yaitu implementasi isi perjanjian MoU Helsinki, "ini bukan makar tetapi menuntut hak yang sudah tertuang dalam MoU Helsinki dan UUPA," kata Yasir.

Penulis:Rol/redaksi
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...