DPRA Bentuk Tim Kajian dan Advokasi MoU Helsinki dan UUPA

Nama - nama tim Tim Kajian dan Advokasi MoU Helsinki 2005 dan UUPA Nomor 11 Tahun 2006

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah membentuk sebuah tim yang diberi nama Tim Kajian dan Advokasi MoU Helsinki 2005 dan UUPA Nomor 11 Tahun 2006, yang berfokus pada Aspek Kewenangan-kewenangan Aceh dan Pendapatan Aceh.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Sulaiman menyebutkan, tujuan utama dari pembentukan Tim ini adalah: Pertama mengkaji konsistensi norma norma dalam konteks Hukum Ketatanegaraan secara umum di Indonesia maupun Internasional, pengertian Gramatikal dari teks MoU Helsinki secara historis dan sosiologis, serta tingkat implementasi dan implikasi dari MoU Helsinki dan UUPA 11/2006 selama 13 tahun (2005-2018) dalam kontek perjanjian damai antara Aceh dan Pemerintah Republik Indonesia.

Kedua menemukan dan menformulasikan kebijakan-kebijakan baru untuk menyelesaikan hambatan hambatan dari pelaksanaan MoU Helsinki dan UUPA 11/2006, dalam rangka mewujudkan jiwa dan semangat perdamaian berkelanjutan dalam falsafah “damai adalah ketika setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak-hak nya”.

Ketiga, secara berkesinambungan mendorong kedua pihak untuk konsisten melaksanakan butir butir komitmen perjanjian damai MoU Helsinki dan UUPA 11/2006 dalam rangka semangat perdamaian dan meningkatnya kesejahteraaan bagi masyarakat Aceh.

Penanggung jawab Tim Kajian dan Advokasi MoU Helsinki dan UUPA T Kamaruzzaman menyatakan, hasil kajian ini akan menjadi bahan acuan dalam perbaikan jika ada revisi UUPA, bahan yang menjadi acuan untuk pemerintah Aceh dan pusat.

Penulis:Rol/redaksi
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...