BPBA Ingatkan Pemudik untuk Ikut Pantau Potensi Bencana

BPBA: Tanah Bergerak Bukan Liquifaksi Tetapi Tanah Longsor

Sempat Terjadi Longsor Batu Jalan Banda Aceh Calang Kembali Normal, 10 September 2018

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ahmad Dadek mengimbau seluruh masyarakat Aceh yang akan mudik lebaran agar selalu memantau akan potensi bencana yang ada di sekelilingnya, terutama kebakaran rumah dan potensi tanah longsor.

Sejak Januari hingga dengan Mei 2018 setidaknya ada 237 kejadian bencana di Aceh dengan dua korban meninggal dunia, 11 orang terluka dan 18.696 jiwa terdampak bencana. Selain itu, jumlah pengungsi sebanyak 381 orang serta 3.387 rumah terdampak dengan kerugian mencapai Rp 51,7 miliar.

“Kebakaran pemukiman masih mendominasi yakni sebanyak 105 kali Jumlah kejadiannya. Kerugian yang diakibatkan oleh bencana ini sebanyak Rp 22,785 juta. Karenanya, sebelum melakukan perjalanan mudik, diharapkan kondisi keamanan rumah terhadap bahaya kebakaran agar diperhatikan," ujar Dadek, Sabtu (1/6/2019).

Terkait informasi dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang mengeluarkan peringatan dini potensi tanah bergerak di Aceh untuk bulan Juni 2019, Dadek menjelaskan bahwa fenomena tanah bergerak adalah potensi longsor bukan likuifaksi.

Saat dimintai keterangan terkait kebenaran data yang disebutkan disebabkan banyaknya daerah yang terancam menyebut bahwa benar semua daerah itu bisa mengalami potensi pergerakan tanah tentu dengan kritetia masing-masing akan tetapi ini berbeda dengan Likuifaksi.

"Likuifaksi adalah pencairan tanah atau tanah kehilangan strukturnya karena desakan gempa dan air. Pergerakan tanah ini juga berbahaya apabila kalau longsor menimpa pemukiman atau menimpa mobil atau menutup badan jalan," katanya.

Ahmad Dadek mengimbau agar warga yang daerahnya tersebut sebagai wilayah yang berpotensi mengambil langkah kesiapsiagaan dan terus waspada jika ada retakan tanah yang berpotensi menimpa pemukiman atau mengerakkan pemukiman. Masyarakat pun diminta untuk segera lakukan evakuasi apabila potensi ini muncul.

Bagi pengguna jalan, terutama arah wilayah tengah dan menuju ke Nagan Raya dari Pidie serta di beberapa titik Meulaboh-Banda Aceh dan Tapak Tuan ke Medan agar waspada dan selalu melihat informasi melalui media massa dan sosial.

"Saya akan selalu mengupdate juga telah menyiagakan pusdalops selama 24 jam untuk memantau perkembangan. Kepada pengelola jalan kabupaten, provinsi dan nasional kita juga minta kepada mereka untuk selalu menyiagakan alat berat untuk mengantisipasi longsor tersebut," ungkapnya.

Menyangkut potensi gerakan tanah ini dibagi kepada dua, yaitu menengah dan tinggi. Potensi gerakan tanah menengah adalah daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini, dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Sedangkan untuk potensi gerakan tanah tinggi adalah daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini, dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

"Potensi tanah longsor sangat mungkin terjadi di daerah banyak gunung apalagi musim hujan dan gundul dan satu lagi bahaya kebakaran pemukiman perlu diwaspadai karena angka yang paling tinggi tahun ini," sambungnya.

Penulis:hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...