“Ihmal Market” Jadi  Role Model Pemberdayaan Wakaf Produktif di Aceh

Kakanwil Kemenag Aceh, Dau Fakeh mengunjungi usaha mini Market "Ihmal Market" yang terletak di Kota Takengon. Foto: Ist

TAKENGON, ACEHPORTAL.COM - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah melakukan sebuah inovasi dalam hal pemberdayaan  wakaf produktif yang dikemas dalam bentuk usaha mini Market  "Ihmal Market" yang terletak di Kota Takengon.

Wakaf produktif yang baru pertama dilaksanakan dijajarann Kemenag se Aceh itu diresmikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Aceh, Drs. H. M. Daud Pakeh bersama wakil Bupati Aceh Tengah, H. Firdaus, SKM, selasa (21/5) Sore.

Dalam sambutannya, Daud Pakeh mengatakan bahwa pengembangan wakaf produktif yang dilakukan oleh ASN Kemenag Aceh Tengah bisa menjadi model atau percontohan pengelolaan wakaf produktif bagi kabupaten lainnya di Aceh atau bahkan di Indonesia.

Menurutnya, Kementerian Agama sudah sejak lama mengembangkan wakaf produktif setelah lahirnya Undang-Undang nomor 41 tentang Wakaf pada tahun 2004 lalu. “Artinya kan sudah 15 tahun lalu. Dan ini merupakan gerakan nasional. Tapi kesadaran masyarakat kita terhadap bagaimana pengembangan wakaf produktif itu masih sangat minim. Makanya Kemenag terus melakukan upaya sosialisasi pembinaan setiap tahunnya. Mudah-mudahan dengan lahirnya Ihmal Market yang dikelola oleh ASN Kemenag Aceh Tengah ini, kami yakin akan menjadi sebuah model termasuk untuk Provinsi Aceh sendiri,” kata Daud Pakeh, Selasa 21 Mei 2019 di Takengon.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh ASN Kemenag di Aceh Tengah ini merupakan gerakan positif yang layak dicontoh, bukan hanya bagi kalangan di Kemenag saja, akan tetapi lebih dari itu bisa diikuti oleh siapa saja termasuk Pemerintah Daerah.

“Jadi ini bukan hanya untuk kementerian Agama, kita berharap siapa saja termasuk Pemkab bisa mengembangkan bagaimana kesadaran untuk berwakaf. Jadi aset wakaf itu ditengah-tengah masyarakat cukup banyak, tinggal bagaimana di kelola produktif untuk kepentingan ummat. Perekonomian masyarakat kita masih lemah, jadi wakaf sesungguhnya adalah potensi ekonomi ummat yang sangat luar biasa,” tegasnya.

Dilanjutkan, wakaf berdasarkan undang-undang ada wakaf tidak bergerak seperti tanah, rumah dan lain sebagainya. Ada lagi wakaf tidak bergerak dan ada juga wakaf uang. “Apa yang dikembangkan di Aceh Tengah ini oleh ASN Kemenag adalah mewakafkan dari sebagian kecil penghasilannya, yang dikelola dalam bentuk sebuah usaha. Nanti, modal dari wakaf ini tidak boleh hilang, sesuai dengan perintah dalam agama kita,” ujarnya.

“Hasil dari pengembangan wakaf produktif ini dari penghasilan ASN Kemenag Aceh Tengah yang diwakafkan, diperuntukkan untuk kepentingan umat. Apakah untuk beasiswa, membantu fakir miskin dan sebagainya. Dengan catatan, modal dasar dari apa yang dikembangkan tidak boleh hilang, begitu ketentuannya. Karena wakaf tidak boleh diwarisi dan tidak boleh di perjualbelikan,” lanjut Daud Pakeh.

“Kami yakin modal dari ini akan terus berkembang. Bahkan masyarakat yang ingin mewakafkan uangnya silahkan saja lewat lembaga ini. Makanya, pengembangan wakaf produktif ini harus betul-betul manajemennya benar, termasuk pengauditan secara berkala harus dilakukan. Dan orang yang mengelola ini (Nazir) harus betul-betul orang kepercayaan, karena wakaf itu milik Allah dan ini harus terus dikembangkan bagi perekonomian untuk warga kecil,” demikian Daud Pakeh menimpali.

Sebelumnya, KanKemenag Aceh Tengah, Drs. Amrun Shaleh, MA dalam sambutannya mengatakan bahwa Wakaf produktif "Ihmal Market" tersebut berawal dari dana yang dikumpul dari para ASN senilai Rp.10.000 perbulan untuk setiap ASN yang berjumlah sekitar 780 ASN dan juga sumbangan ikhlas dari pewakaf sehingga Total dana yang terkumpul hingga mencapai Rp.57.160.000,.

"Sepulang kami dari mengikuti kegiatan wakaf produktif bersama bapak Kakanwil, kami bermusyawarah untuk melakukan satu program wakaf produktif yang manfaatnya untuk ummat terus mengalir, akhirnya sepakat membangun Ihmal Market, singkatan dari Ikhlas Beramal," ujar Amrun.

Amrun Saleh juga menghimbau masyarakat untuk ikut berwakaf di Ihmal Market. “Karena wakaf merupakan ibadah yang pahalanya terus mengalir,” pungkas Amrun.

Lain itu, Wakil Bupati Aceh Tengah, H. Firdaus, S.Km yang turut hadir pada kesempatan itu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengapresiasi atas seluruh inovasi yang dilaksanakan oleh ASN Kemenag Aceh Tengah salah satunya melalui program pemberdayaan wakaf produktif yang diwujudkan dalam bentuk toko ihmal market.

"Sebelumnya kami atas nama pemerintah kabupaten Aceh Tengah mengapresiasi atas seluruh inovasi yang dilaksanakan oleh aparatur sipil negera kementerian agama kabupaten aceh tengah, salah satunya melalui program pemberdayaan wakaf produktif yang diwujudkan dalam bentuk toko ihwal market yang sebentar lagi akan diresmikan oleh bapak Kakanwil Kemenag Aceh," ujar Firdaus dalam sambutannya pada peresmian "Ihmal Market" di Takengon.

Ia berharap dengan adanya Ihmal Market Wakaf Produktif ini dapat  mengontrol harga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga hasilnya dikelola dengan baik dan dapat mensejahterakan ekonomi masyarakat.

Penulis:Dedi
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...