Pemadaman Litrik Setiap Bulan Ramadhan Ketua Fraksi Partai Aceh Sebut PLN Ingkar Janji

Iskandar Usman Al-Farlaky

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Pemadaman listrik yang sering terjadi pada Bulan Ramadhan seakan sudah menjadi langganan di Aceh. Padahal Bos PLN Aceh sudah berjanji tidak akan ada lagi pemadaman listrik pada Bulan Ramadhan, namun janji itu tidak terbukti.

Ketua Fraksi Partai Aceh DPRA Iskandar Usman Alfarlaky meminta kepada PLN untuk tidak lagi memadamkan listrik di Aceh, terutama di bulan Ramadhan ini.

“PLN sudah ingkar janji, katanya selama Ramadhan tidak ada pemadaman, nyatanya kok begini. Giliran rakyat telat bayar saja langsung ditindak. Kita minta jangan ada lagi pemadaman di Aceh,” papar Iskandar.

Ia juga meminta Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah agar tidak tinggal diam, telusuri permasalahannya dan cari jalan keluar yang paling tepat. “Sekarang kan alasannya selalu gangguan jaringan interkoneksi. Pemerintah harus berpikir bagaimana agar kita tidak lagi tergantung dengan Sumut,” terang Iskandar.

Pemerintah Aceh dan PLN juga disarankan untuk memanfaatkan semua potensi sumber daya alam di daerah ini untuk pemenuhan energi listrik di Aceh. “Studi kelayakan terhadap SDA Aceh untuk listrik harus dilakukan,” ujarnya lagi.

“PLTU yang ada di Nagan Raya juga selalu lamban dan kerap bermasalah. Kondisi ini berpengaruh kepada pasokan arus listrik kepada pelanggan,” tambah Iskandar.

PLN menurut Iskandar, harus melakukan langkah agar segera terwujudnya tambahan pasokan listrik dari Arun yang diperkirakan mencapai 250 Mega Watt. Sedangkan untuk Banda Aceh, PLTG Krueng Raya sebesar 50 MW juga harus dimanfaatkan.

“Energi baru dan terbarukan juga harus dimanfaatkan, yakni rencana PLTA Tampur 1 dan 2 di Aceh Timur. Jika ini berhasil dibangun, maka akan menghasilkan listrik sebesar 554 MW, masing-masing Tampur I sebesar 428 MW dan Tampur II 126 MW,” jelas Iskandar Al-Farlaky. [infoparlemen]

Penulis:redaksi
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...