Dua Kasus Pencabulan Terjadi di Aceh, Salah Satunya di Salah Satu RSUD di Banda Aceh

ilustrasi-pencabulan

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Sat Reskrim Polres Langsa menangkap seorang pemuda berinisial ASR (21), Pekerja Bengkel, warga Gampong Alue Beurawe, Kecamatan Langsa Kota, Langsa. Ia ditangkap karena mencabuli seorang gadis dibawah umur, sebut saja namanya Bunga,15 yang juga merupakan warga Langsa.

Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, pelaku ditangkap setelah menerima laporan dari pihak keluarga korban yang dibuat Selasa (30/4/2019) kemarin di Polres Langsa. Pencabulan ini awalnya terjadi Maret lalu di sebuah gubuk.

"Korban dan pelaku saat itu bertemu di jalan, sebelumnya sudah janjian. Pelaku lalu mengambil handphone korban dan membawanya, korban diajak ke sebuah gubuk dan harus menurut jika handphone itu ingin diambil kembali," ujarnya Rabu (1/5/2019).

Di gubuk itu, jelas Direktur, pelaku langsung bertindak tak senonoh terhadap korban. Pakaian yang dikenakan korban pun langsung dibuka dan terjadilah peristiwa yang memilukan hati tersebut. Hal yang sama juga terulang untuk kedua kalinya pada April kemarin setelah pelaku menghubungi korban di dalam kamar rumah pelaku, begitu juga untuk yang ketiga kalinya.

"Pelaku masih diamankan di Mapolres Langsa untuk diproses lebih lanjut. Atas perbuatannya dipersangkakan melanggar Pasal 81 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," kata Agus.

*Bersetubuh di RSUD Meuraxa Banda Aceh

Sementara itu, pencabulan anak dibawah umur juga terjadi di Banda Aceh. Mirisnya, hal bejat ini terjadi di dalam salah satu kamar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa yang ada di Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh pada 22 April dinihari lalu dan baru diketahui pihak keluarga korban kemarin.

"Keluarga korban baru mengetahui setelah korban memberitahukan, pihak keluarga langsung membuat laporan ke Polresta Banda Aceh dan langsung ditangani oleh Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banda Aceh," katanya.

Pelaku yang ditangkap yakni MR (16), Aceh Besar, sementara korban yakni sebut saja bunga (16), warga asal Aceh Barat. Diketahui keduanya selama ini menjalani hubungan asmara dan persetubuhan itu terjadi saat keduanya menjenguk teman korban yang sedang dirawat inap.

"Mereka menginap disitu sembari menemani teman korban yang dirawat karena sakit. Keputusan untuk menginap pun dilakukan karena korban dan pelaku mengurungi niat untuk pulang karena sudah larut malam. Persetubuhan itu terjadi saat tengah malam," jelasnya.

Dari kasus ini, lanjut mantan Dir Resnarkoba Polda Aceh ini, petugas menyita sejumlah pakaian yang dikenakan saat menginap malam itu. Pelaku kini masih mendekam di Mapolresta Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...