BPA: Kami Tidak Ditunggangi Maupun Kepentingan Politik

Ini Pernyataan BPA Terkait PT EMM

Barisan Pemuda Aceh (BPA)

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Aliansi gerakan Mahasiswa baik lembaga Internal kampus maupun eksternal kampus mengeluarkan pernyataan terkait isu terhadap aksi yang dilakukan mahasiswa "ditunggangi".

Mahasiswa menyatakan, gerakan mahasiswa yang membela masyarakat Beutong Nagan Raya, berdiri sejak awal september atas keresahan terhadap keluhan masyarakat Aceh Tengah dan Nagan Raya. "Bentuk kepedulian dan partisipasi kami tunjukkan dengan membuat aliansi ini dengan tujuan melakukan advokasi bersama masyarakat dalam penolakan tambang PT EMM seluas 10.000 Ha." terang mahasiswa Koordinator Barisan Pemuda Aceh (BPA) Mutawalli dalam siaran persnya. Senin (15/4/2019).

Sebut Mutawalli, sebelum aksi 9, 10 dan 11 April lalu, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan advokasi penolakan, mulai dari kajian, pengumpulan data, diskusi dengan pihak-pihak terkait dan sebagainya. Aksi dalam bentuk mengemukakan pendapat juga sudah beberapa kali kami lakukan baik di kator Gubernur, kantor DPRA maupun tempat lainnya.

Terhadap DPRA kita minta komitmen secara  kelembagaan untuk  menolak  PT  EMM  disambuti  dengan  paripurna  yang merumuskan beberapa poin, diantaranya “Meminta Gubernur Aceh membuat Pansus bersama DPRA  untuk  menuntaskan persoalan  PT  EMM”.

Terhadap  Gubernur kami  meminta  untuk berdiri bersama rakyat Aceh dengan melakukan upaya secara Pemerintahan dalam penolakan beroperasinya PT EMM di Aceh. Hingga pada 11 April lalu bersedia menyatakan kepada publik bahwa beliau bersama rakyat Aceh sepakat Tolak PT EMM dan akan menindak lanjuti dalam 14 hari selanjutnya.

Dengan berbagai kondisi yang terjadi pasca aksi Hari K-3 (11 April 2019) di kantor Gubernur, kami Korps BPA menyatakan bahwa :

1.  Kami Korps BPA akan terus mengawal Pernyataan Plt Gubernur semenjak di tanda tangani 11 April 2019 hingga 14 hari selanjutnya.

2.  Kami Korps BPA tidak akan masuk dalam Pansus yang dibentuk oleh Plt Gubernur dan akan terus mengawal komitmen Plt gubernur Untuk memastikan PT EMM angkat kaki dari Aceh, baik secara fisik bangunan maupun secara IZIN harus dicabut oleh pemberi izin.

3.  Kami Korps BPA Mengecam ASN yang melakukan ujaran kebencian untuk segera minta Maaf ke publik dengan membuat video permohonan maaf kepada mahasiswa dan aliansi serta tag akun @tolaktambang, atau kami akan mencari dengan cara kami dan menindak lanjuti hingga ke proses hukum.

4.  Kami Korps BPA akan melakukan upaya hukum sebagai bentuk pembelaan terhadap KORBAN  mahasiswa  yang  jatuh  akibat  tindakan  represif  Oknum  melalui  advokat Hukum, agar oknum tersebut dapat diproses.

5.  Kami  Korps  BPA  mengecam  tindak  Represif  Oknum  Aparat  dalam  menghadapi mahasiswa yang sedang berunjuk rasa. Dan kami minta kepada Bapak KAPOLDA untuk menindak lanjuti oknum tersebut. Bersama kami ada bukti-bukti sebagai pertimbangan.

6.  Kami Korps BPA mengecam oknum yang mengatasnamakan aksi untuk kepentingan kelompok, mengaitkan dengan peristiwa politik, serta menyatakan aksi mahasiswa 9, 10,

11 ditunggangi. Kepada semua oknum untuk berhenti melakukan pelabelan terhadap
mahasiswa aksi, dan mencabut statement yang mengarah kepada kepentingan politik sesaat.

7.  Kami Korps BPA meminta kepada Rektor Unsyiah untuk mencabut Pernyataan bahwa
“Aksi mahasiswa ditunggangi”.

8.  Kami korps BPA meminta kepada seluruh Rakyat Aceh agar senantiasa mendukung dan memantau perjuangan mahasiswa, karena jika PT EMM masih beroperasi, kita akan melakukan aksi Besar-Besaran bersama seluruh rakyat Aceh.

Penulis:rol/rilis
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...