KPA Bertanggung Jawab Terhadap Perdamaian Aceh, Termasuk Penyelenggaraan Pemilu

Sofyan Daoed bersama KPA wilayah IIBate Iliek di Bireuen

BIREUEN, ACEHPORTAL.COM - Komite Peralihan Aceh (KPA) bertanggung jawab dalam menjaga dan memelihara perdamaian Aceh, termasuk menciptakan rasa aman dalam penyelenggaraan pemilu di Aceh. Ini juga ditegaskan khusus bagi KPA yang ada di wilayah Bireuen.

Hal ini dikatakan oleh perwakilan KPA wilayah II Batee Iliek, Bireuen, Idris atau yang biasa disapa Apari Juli dalam kegiatan silaturahmi Sofyan Dawod dengan ratusan mantan kombatan, Rabu (10/4/2019) sore kemarin di salah satu kafe yang ada di Bireuen.

"Aceh harus tetap damai dan kita bertanggung untuk memelihara perdamaian di Aceh. Hari ini jangan karena uang, karena berbeda pilihan, antara satu dengan yang lain kita ribut," tegasnya dalam sambutan yang disampaikan.

Ia pun menegaskan, bagi siapa pun yang ingin mencalonkan diri sebagai pemimpin silahkan saja karena ini negara demokrasi. Namun, dirinya tetap mengimbau agar tak terjadi perpecahan hanya karena masalah politik, khususnya untuk wilayah Bireuen.

"Hari ini kita ada yang pilih dua orang pemimpin yakni Jokowi dan Prabowo, silahkan pilihan sesuai keinginan dan hati nurani. Pilihan boleh berbeda tetapi kita tetap saudara. Siapapun yang menjadi presiden itu tetap presiden NKRI, negara ini tetap negara Indonesia," jelasnya.

Menurut pantauan Apari Juli, wilayah Batee Iliek Bireuen pun lebih memberikan dukungan terhadap pasangan capres dan cawapres nomor 01 yakni Jokowi-Ma'ruf. Dirinya juga berpesan agar tidam menyebarkan fitnah dan berita bohong terhadap pilihan lawan.

"Selama ini heboh Jokowi terlibat PKI, jika terlibat tidak dapat mencalonkan diri sebagai pemimpin. Pertanyaannya sekarang, apakah Indonesia tidak punya lagi aturan dan Undang-undang sehingga PKI dapat mencalonkan diri sebagai presiden? Jika memang iya berarti Indonesia tidak punya lagi aturan dan Undang-undang," serunya yang dihadiahi tepuk tangan dari ratusan mantan kombatan.

Ia pun mengajak masyarakat, khususnya para mantan kombatan wilayah Bireuen untuk tidak menebarkan kebohongan apapun tentang siapa pun. Menurutnya, jika diantara kita sudah saling menyalahkan karena kebohongan yang sudah disebarkan, maka nantinya akan terjadi perpecahan diantara sesama.

"Silahkan mau ajak keluarga dan orang lain untuk mendukung, tapi jangan pernah menyebarkan kebohongan atau hoax untuk dan tentang siapapun," tambahnya.

Pantauan di lokasi, sekitar seratusan lebih mantan kombatan wilayah Bireuen hadir dalam kegiatan itu. Termasuk para anak yatim dan janda korban konflik yang mana suami dan orang tua mereka sebelumnya telah gugur pada masa lalu.

Penulis:Rol/Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...