Calo PNS Oknum Kesbangpol

Sembilan Orang Korban Penipuan Jadi PNS Kerugian Capai Rp 445 Juta

Penipuan CPNS/ilustrasi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM -  Pihak kepolisian yang dalam hal ini Dit Reskrimum Polda Aceh hingga kini masih menangani lanjut kasus penipuan calo PNS yang dilakukan oleh salah satu oknum PNS di Kesbangpol Banda Aceh yakni IY (36), warga Ulee Kareng, Banda Aceh.

Hal ini dikatakan Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito saat dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus tersebut, Kamis (28/3/2019). "Masih dalam proses dan kita percepat," uja Direktur.

Ia menjelaskan, hingga kini pihaknya telah menerima tiga laporan atas kasus tersebut. Ketiga laporan itu sendiri dibuat oleh sembilan orang korban yang ditipu oleh pelaku dan telah menyerahkan uang yang jumlahnya bervariasi yang mencapai ratusan juta.

"Untuk perkembangan, jumlah laporan yang telah kita terima ada 3, jumlah korbannya 9 orang. Untuk penambahan tersangka belum ada, masih yang bersangkutan," ungkap mantan Dir Resnarkoba Polda Aceh ini.

Kesembilan korban itu, lanjut Agus, terdiri dari honorer dan pegawai kontrak di sejumlah instansi pemerintahan, termasuk para pelajar dan mahasiswa. "Kerugian korban untuk saat ini berjumlah Rp 445 juta, ini jumlah dari semua korban," katanya.

Hingga kini pihaknya terus melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kasus penipuan yang bermodus dapat mengangkat pegawai honorer menjadi PNS tersebut. "Masih ditangani lebih lanjut," tambah Kombes Pol Agus Sarjito.

Seperti diberitakan sebelumnya, IY ditangkap karena melakukan penipuan dan penggelapan dengan menjadi seorang calo PNS. Ia ditangkap pada 5 Maret lalu dan telah ditahan sejak 6 Maret lalu setelah dilaporkan oleh korbannya.

Saat itu, ada tiga orang korban yang melapor yang merupakan pegawai kontrak dan honorer di salah satu instansi yakni Darnelly (29), Fitri (29) dan Maria Ulfa (29). Ketiga korban merupakan warga Kecamatan Peukan Bada, Lhoknga dan Darul Imarah, Aceh Besar.

IY saat itu menjanjikan kepada para korbannya yang berstatus sebagai pegawai kontrak dan honorer agar diangkat menjadi PNS. Kepada para korban ia meminta sejumlah uang pelicin yang saat itu dengan nilai total Rp 86 juta. Namun, apa yang pernah dijanjikan tak pernah terwujud.

"Berdasarkan pengakuan pelaku, uang yang diberikan ketiga korban itu digunakan untuk mengembalikan uang para korbannya yang lain yang mengalami hal sama," kata Direktur beberapa waktu lalu.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...