Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi: Jaga Pemilu agar Damai dan Menyejukkan

Batam, acehportal.com - Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) Asia Tenggara, Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi menyerukan agar setiap warga negara harus menjaga dan memelihara agar Pemilihan Umum Presiden –Wakil Presiden dan Pemilu Legislatif berjalan dengan lancar, aman, damai dan menyejukkan. Demikian dikemukakan Abuya pada pembukaan Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf Asia Tenggara Ke-2 di Lapangan Welcome To Batam (WTB), Kota Batam, Kepulauan Riau, Minggu malam (24/3).

DI hadapan ribuan peserta Muzakarah Pengkaderan yang berasal dari negara-negara di Asia Tenggara, antara lain Malaysia, Singapura, Vietnam dan Thailand serta Indonesia, Abuya menegaskan sebagai warga negara wajib untuk memelihara, memperbaiki serta mengawasi agar negara dan tanah air yang kita cintai dapat terus berkembang dengan baik, sehingga bisa melebihi negara-negara lain atau tidak kalah majunya dari negara-negara yang ada di dunia.

“Kita akan menghadapi pesta demokrasi dalam pemilihan presiden dan legislatif untuk menentukan pemerintahan di dalam negara yang kita cintai ini, kita harus dapat menjaga dan memelihara agar pemilu ini berjalan dengan lancar, aman dan damai lagi menyejukkan, sehingga kita dapat memilih pemimpin-pemimpin yang baik untuk menjalankan roda kepemerintahan,” ujar Abuya.

Menurut Abuya, setiap warga negara wajib untuk mencintai negaranya serta memelihara dan patuh kepada peraturan perundangan-undangan (qanun negara), baik dalam segi politik, sosial maupun budaya, agar roda pemerintahan berjalan dengan baik. Harapannya, akan tercapai maksud dan tujuan menjadikan negara ini baldatun thoyibatun warabbun ghaffur, negara yang baik, hidup yang madani dan dilandasi kasih sayang antara sesama.

“Tauhid Tasawuf mengajarkan iman kamil, iman yang sempurna dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tasawuf melatih kita untuk membersihkan diri dari sifat-sifat jelek, sehingga yang tumbuh sifat-sifat yang baik, maka negara akan semakin maju, tidak ada lagi korupsi, penyalahgunaan jabatan, penyalahgunaan narkoba serta ujaran kebencian, semuanya sudah dilandasi rasa cinta dan kasih sayang antara warga bangsa,” tegas Abuya.

Sementara itu, Gubernur Kepulaua Riau, Nurdin Basirun, yang secara resmi membuka Muzakarah Tauhid Tasawuf Asia Tenggara Ke-2 dalam sambutannya menyatakan pemilu bukanlah ajang untuk memecah belah, karena itu kita harus senantiasa menjaga persaudaraan (ukhuwah) sehingga pemilu diharapkan berjalan lancar dan damai.

“Setiap warga negara yang cinta kepada negara pasti cinta kepada agamanya dan setiap orang yang cinta kepada agamanya pasti cinta kepada negaranya,” tegas Nurdin.

Gubernur berharap dengan berkumpulnya ulama-ulam tasawuf dari berbagai negara di Asia Tenggara di Kota Batam, Kepulauan Riau, bisa semakin meningkatkan keimanan dan ukhuwah islamiyah dan terus menebarkan islam rahmatan lil’alamin, Islam yang penuh cinta dan kasih sayang.

“Islam itu ibarat satu tubuh, jika anggota tubuh yang satu sakit, maka anggota tubuh yang lain akan merasakannya. Kita harus sama-sama jaga pilar-pilar kebangsaan, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI,” tegas Nurdin.

Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf Asia Tenggara merupakan kegiatan yang rutin digelar Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTTI) Asia Tenggara untuk mencetak kader-kader ulama, mubaligh dan penceramah yang dilandasi cinta dan kasih sayang sebagaimana diajarkan para ulama tasawuf. Sebagai narasumber utama antara lain Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi (Aceh), Syekh KH Muhammad Zein Djarnudji, Pimpinan Pondok Pesantern Roudhoh Al-Hikam, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Tuan Guru Muhammad Sholeh (Malaysia) dan Abi Razali (Malaysia).

Muzakarah Pengkaderan akan berlangsung selama tiga hari pada 24 – 26 Maret 2019 yang dipusatkan di Asrama Haji Batam. Sebelumnya, MPPTI Asia Tenggara telah menyelenggarakan Muzakarah Pengkaderan di Gorontalo, pada September 2017.

Komentar

Loading...