Ini Motif Pembunuhan M Amin Warga Bireuen

Polisi tangkap pelaku pembunuhan warga Bireuen

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - M Amin, warga Bireuen beberapa waktu lalu ditemukan tewas di pinggir jalan tepatnya di dekat tempat pembuangan sampah kawasan Gampong Lagang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Setelah melakukan penyelidikan, polisi pun menduga bahwa korban tewas dibunuh.

Akhirnya, tim gabungan Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Aceh bersama Polres Lhokseumawe menangkap dua pelaku yang terlibat dalam pembunuhan itu. Pelaku pertama yakni SU, warga Langkat, Sumatera Utara dan satu pelaku lain yang ZF, warga Bireuen yang tak lain adalah orang tua angkat korban.

Dalam kasus ini, diketahui bahwa tersangka SU selaku eksekutor pembunuhan sementara tersangka ZF selaku otak pelaku pembunuhan berencana ini. Keduanya ditangkap terpisah yang mana SU ditangkap di Sumatera Utara kemarin.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim, AKP Indra T Herlambang mengatakan, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa pembunuhan ini didasari rasa kesal orang tua angkat korban yakni ZF atas perilaku korban yang kerap bikin ulah dan menyinggung hati orang tua angkatnya.

"Korban berkebutuhan khusus dan diketahui sering buat ulah dengan berontak dan menyinggung perasaan orang tua angkatnya sehinga mereka tidak suka," ujarnya Rabu (13/3/2019).

Awalnya, korban hendak diserahkan ke panti asuhan yang ada di Sumatera Utara. Namun rencana itu dibatalkan setelah ZF bertemu dengan temannya SU dan berniat untuk menghabisi nyawa M Amin tanpa sepengetahuan istrinya sehingga korban tak kembali lagi ke rumah.

Rencana pembunuhan itu pun disusun dan dilakukan. Awalnya, tersangka SU menjemput korban untuk mengajaknya jalan. Saat perjalanan, tersangka membeli racun tikus di kawasan Bireuen yang kemudian dicampurkan ke dalam teh dan diminumkan kepada korban.

"Korban yang saat itu haus akhirnya meminum teh yang dicampur racun. Di Jalan Elak setelah setengah jam, korban muntah-muntah dan terjatuh dari atas motor," kata Kasat.

Tersangka SU yang saat itu ketakutan langsung turun dan mendorong tubuh korban ke pinggiran jalan dan meninggalkannya dalam keadaan kritis. Ia pun kembali ke Bireuen untuk mengembalikan motor orang tua angkat korban yang digunakan.

"Sebelum kembali ke Sumatera Utara, SU diberikan upah sebesar Rp 1 juta oleh tersangka ZF. Mereka dijerat dengan Pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...