Konflik Gajah di Tangse Warga Minta Bantuan BKSDA Aceh

Ilustrasi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Konflik antara gajah dengan manusia masih berlanjut di Aceh. Kali ini, konflik kembali terjadi kawasan Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Pidie. Konflik gajah ini diketahui terjadi sejak satu minggu lalu.

Warga pun berupaya meminta bantuan pihak BKSDA Aceh melalui salah seorang wartawan dari salah satu media online di Banda Aceh. Permintaan bantuan via pesan singkat itu pun diteruskan ke pihak BKSDA Aceh, Rabu (6/3/2019).

Diungkapkan, selama ini warga sudah mencoba menghalau kawanan gajah agar menjauh dari perkebunan dan sawah warga. Akan tetapi, upaya itu tak berhasil meski warga telah menggunakan petasan untuk penghalauan.

"Tetap saja kembali ke area sawah warga. Hingga sekarang sudah beberapa sawah yang siap panen dirusak atau dimakan gajah. Warga sudah mulai berjaga-jaga di area sawah," sesuai yang disebutkan dalam pesan yang diteruskan ke grup BKSDA Aceh.

Diketahui, jumlah gajah liar tersebut sekitar 50 ekor dan beberapa ekor gajah sudah mulai agresif. "Kami meminta bantuan kepada pihak BKSDA Aceh untuk membantu menghalau gajah ini, dengan marcon sudah tidak mempan lagi, kami sudah kewalahan. Kasihan padi kami karena sudah siap panen," katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo pun angkat bicara. Pihaknya mengakui langsung mengerahkan anggota ke lokasi yang dimaksud untuk membantu warga menghalau kawanan gajah liar itu.

"Saya sudah perintahkan Kasi dan Karesort untuk mengecek ke lokasi, kemudian akan kita lakukan langkah-langkah penanganan untuk menghalau gajah itu kembali ke hutan," katanya seraya mengakui bahwa konflik gajah yang terjadi di kabupaten Pidie adalah yang terparah.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...