Pasangan Mesum di Atap Masjid Dititipkan ke Lapas Anak, Proses Hukum Tetap Berjalan

Foto: Acehportal

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - MR dan DF, pasangan non muhrim yang mesum di atap masjid Saree, Aceh Besar beberapa waktu lalu kini dititipkan ke lapas anak untuk menjalani pembinaan lanjut. Proses hukumnya pun masih berjalan dan ditangani oleh Unit PPA Dit Reskrimum Polda Aceh.

Hal ini dikatakan Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito saat Sabtu (2/3/2019). "Untuk proses tetap berjalan, kita langsung naikkan statusnya ke penyidikan terkait dengan perbuatan asusila yang dilakukan apalagi di tempat ibadah," ujarnya.

Keduanya sempat menjalani pembinaan di Unit PPA Dit Reskrimum Polda Aceh. Dalam pelaksanaannya, mereka didampingi oleh lawyer (pengacara), pihak Dinas Sosial dan keluarga (orang tua). Namun demikian tak lepas dari perkaranya, mereka saat ini dititipkan ke LPKS atau lapas untuk anak.

"Ke semuanya terhadap perkara anak dibawah umur kita tetap akan dorong kesana juga dan tidak hanya ini saja, sudah ada beberapa kasus yang berkaitan dengan pelecehan, perbuatan cabul anak-anak dibawah umur dan sebagainya," jelas Agus.

Meskipun pihak Satpol PP dan WH tidak dapat menjerat kedua pasangan remaja tersebut dengan Qanun, namun pihak Dit Reskrimum Polda Aceh tetap memproses kasus ini dan semua perkara yang berkaitan atau berbentuk sama.

"Mereka dijerat KUHP, pasal yang dikenakan berkenaan dengan mengganggu ketertiban umum. Kalau asusilanya mungkin penyertaan karena itu kan di tempat umum, perbuatan asusila, mengganggu," ungkap mantan Dir Resnarkoba Polda Aceh ini.

Selama ini, kata Agus, kasus perbuatan asusila yang dilakukan anak dibawah umur yang tidak bisa ditangani oleh pihak Satpol PP dan WH tetap dilimpahkan ke pihak kepolisian, baik Polda Aceh maupun Polres/Polresta di Aceh.

"Saat dilimpahkan tetap ditangani baik di Polda Aceh maupun Polres/Polresta jajaran. Selama ini kita kan selalu berkoordinasi, mana yang berkaitan dengan qanun dan mana yang tidak bisa dikenakan qanun, kita tetap berkoordinasi," katanya.

Ada beberapa kasus, sambungnya, yang masih menunggak karena pihaknya juga memiliki sejumlah hambatan dan kendala dalam penanganan kasus seperti ini. Terkadang, perbuatan asusila yang dilakukan itu terkendala saat pencarian saksi.

"Namun demikian, petunjuk dari hasil visum, barang lain seperti pakaian yang dikenakan menjadi barang bukti serta petunjuk bahwa perlakuan atau perbuatan itu memang terjadi," ungkap Dir Reskrimum lagi.

Hal yang seperti ini, kata Direktur, perlu menjadi pengawasan semua pihak, terutama para orang tua dalam mengawasi pergaulan anak yang semakin hari semakin berkembang.

"Ini menjadi tugas kita bersama agar lebih mengawasi pergaulan anak, apalagi pengaruh dari media sosial dan internet. Kita dan stakeholder yang ada pun sama-sama menyikapi hal ini agar masyarakat cenderung bisa mengawasi perilaku anak-anaknya,"

Sementara, terkait video singkat pasangan mesum ini yang tersebar dan akhir-akhir ini viral di media sosial, menjadi penanganan pihak Dit Reskrimsus Polda Aceh. Namun, terkait perkembangan penanganan hal itu belum dapat dikonfirmasi.

"Itu menjadi penanganan pihak Dit Reskrimsus, dalam hal ini si perekam atau lainnya tetap kita tangani dan jadi saksi dalam penanganan kasus kedua pasangan ini," tambah Dir Reskrimum.

Informasi dari penyidik, setidaknya ada enam orang saksi yang diperiksa dalam kasus itu, termasuk warga yang merekam aksi tak senonoh tersebut menggunakan kamera handphone.

Nantinya, mereka akan dipanggil kembali untuk dimintai keterangan lebih lanjut yang dibutuhkan. Petugas pun telah menyita barang bukti handphone yang digunakan untuk merekam perbuatan mesum itu.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...