Curi Uang Rp 3 Juta milik SMK 2 Takengon, Aksi 3 Pelajar Ini Terekam CCTV

pelaku pencurian di SMK 2 Takengon terekam cctv

ACEH TENGAH, ACEHPORTAL - Aksi tindak kriminal yang dilakukan anak oleh dibawah umur kembali terjadi di Aceh Tengah. Kali ini, diketahui tiga pelajar membobol pintu sekolah dan mencuri uang milik sekolah senilai Rp 3 juta. Aksi mereka pun terekam kamera Cctv sekolah sehingga terpaksa berurusan dengan polisi.

Pencurian ini dilakukan ketiga pelajar tersebut pada Sabtu (16/2/2019) malam lalu. Mereka tertangkap setelah pihak sekolah mengetahui adanya pembobolan pintu ruang dewan guru dan pencurian uang sekolah tersebut. Mereka pun diserahkan pihak sekolah ke Polres Aceh Tengah, Selasa (19/2/2019) sore kemarin.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hairadjadi melalui Kasat Reskrim, Iptu Agus Riwayanto Diputra mengatakan, pembongkaran dan pencurian uang ini dilakukan di SMK Negeri 2 Takengon yang berada di kawasan Gampong Wih Naren, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah.

"Ketiga pelaku diserahkan pihak sekolah kemarin setelah tahu bahwa mereka membobol dan mencuri uang milik sekolah. Hal ini diketahui pihak sekolah berdasarkan rekaman CCTV di sekolah," ujarnya saat dikonfirmasi Rabu (20/2/2019).

Kasat menjelaskan, ketiga pelajar ini berinisial IP (16), EA (15) serta YAF (15). Mereka diketahui merupakan warga Kecamatan Penentanan, Aceh Tengah.

"Mereka mencuri uang milik sekolah senilai Rp 3 juta yang diambil dalam laci dewan guru, sebelumnya mereka merusak pintu ruang dewan guru dengan menggunakan obeng dan menyongket pintu menggunakan balok kayu, mereka juga sempat merusak kamera CCTV dengan menarik kabelnya hingga putus," ungkapnya.

Pencurian ini awalnya diketahui petugas kebersihan sekolah yakni Supianto. Hari Minggu kemarin, ia melihat pintu ruangan itu telah terbuka dengan dalam keadaan rusak akibat disongket paksa. Sejumlah barang di dalam ruangan pun diketahui berantakan sehingga ia langsung melaporkan hal ini ke kepala sekolah dan pihak sekolah lainnya.

"Kemudian dilaporkan ke Polsek Pegasing, termasuk rekaman CCTV di sekolah diserahkan ke petugas untuk membantu memudahkan penyelidikan atas kasus pembongkaran dan pencurian ini," kata Iptu Agus Riwayanto Diputra.

Saat diperiksa penyidik, ketiga remaja ini mengaku nekat melakukan aksinya hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dalam bergaul. Uang jutaan rupiah itu pun telah dibagi tiga yang kemudian digunakan habis untuk keperluan masing-masing.

"Hingga kini mereka masih amankan dan masih diproses yang mana kita tetap berkoordinasi dengan Bapas dan pihak terkait lainnya. Mereka tetap terancam pasal tentang pencurian, dalam menangani kasus ini kita tetap berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pihak sekolah," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...