Di Nagan Raya, Seorang Ayah Setubuhi Anak Tirinya Berulang Kali

Polisi tangkap ayah setubuhi anak tirinya

NAGAN RAYA, ACEHPORTAL.COM - Nasib buruk menimpa seorang gadis belia berusia 16 tahun, warga Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, sebut saja namanya Bunga. Pasalnya, Bunga selama ini disetubuhi oleh ayah tirinya yakni GN (45), Nelayan, warga kecamatan yang sama.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim, AKP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan, penangkapan terhadap GN dilakukan atas laporan pihak keluarga korban yang tak lain adalah ayah kandung korban yang baru mengetahui aksi bejat GN ini.

"Selama ini korban diancam untuk tidak memberitahukan kepada siapa pun. Namun terakhir korban yang tak tahan lagi dengan perlakuan ayah tirinya akhirnya mengadu ke ayah kandungnya yang kemudian melapor ke polisi," ujarnya Kamis (14/2/2019).

Kasat menjelaskan, GN ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya Minggu (10/2/2019) kemarin. Selama ini, GN membujuk dan merayu Bunga untuk berhubungan badan dengannya serta mengancam korban. Mirisnya, hal itu dilakukan karena mendapat informasi bahwa Bunga tak lagi perawan karena sudah pernah berhubungan intim dengan lelaki lain.

"Ini pengakuan tersangka, tetapi dibantah dan tidak dibenarkan oleh korban. Tersangka engkau mendapatkan informasi itu dari orang lain di sekitar tempat tinggalnya," katanya sembari mengungkapkan bahwa Bunga merupakan remaja yang putus sekolah.

Saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Nagan Raya, pelaku pun mengakui bahwa aksi bejatnya itu dilakukan sejak Bunga berusia 13 tahun. Selama ini mereka tinggal serumah bersama anggota keluarga yang lain.

"Aksi pencabulan anak dibawah umur ini dilakukan tersangka di rumahnya seperti di kamar korban, ruang tamu dan dapur saat rumah dalam keadaan sepi. Korban akan dipukul jika tak menuruti nafsu berat pelaku dan yang terakhir kali dilakukan pada 7 Februari lalu," jelasnya.

Kini, GN masih mendekam di tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi pun mengamankan selembar sarung, sejumlah pakaian milik korban termasuk bra yang dikenakan korban sebagai barang bukti dalam kasus ini. Hingga kini, Unit PPA Sat Reskrim Polres Nagan Raya masih mendalami kasus ini.

"Tersangka dijerat Pasal 76E Jo Pasal 76D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 82 Ayat 1 dan 2 Jo Pasal 81 Ayat 1, 2 dan 3 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," jelasnya.

"Tersangka diancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun ditambah 1/3 (maksimal 20 tahun) penjara," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...