Bendungan Keureuto Aceh Utara

Kajati Aceh Sebut Tidak Ada Ganti Rugi Tanah Tapi Ganti Rugi Kerohiman

Kajati Aceh Irdam SH MH

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Proyek Bendungan Keureuto Aceh Utara saat ini masih menuai permasalahan lahan.

Dalam upaya percepatan pembangunan Bendungan Keureuto, Kajati Aceh Irdam ingin meluruskan persoalan yang sedang dihadapi saat ini.

Kajati Aceh Irdam menegaskan persoalan yang terjadi pada Proyek Bendungan Keureuto Aceh Utara saat ini adalah bukan ganti rugi tanah, tetapi ganti rugi hak Kerohiman atau ganti rugi untung kepada penggarap lahan di atas tanah HGU seluas 80 hektar dalam areal proyek bendungan.

Dari 62 orang penggarap lahan di atas tanah HGU tersebut, ada 14 orang lagi yang belum mengambil ganti rugi kerohiman.

Bagi penerima hak kerohiman disyaratkan harus membuat surat pernyataan yang isinya sbb:

"pengambil hak kerohiman tersebut betul sebagai penggarap di atas tanah HGU tersebut, dan bila suatu hari diketahui bukan penggarap maka bersedia mengembalikan uang yang sudah diterima tersebut, dan bila tidak mengembalikan maka bersedia ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku." terang Kajati Aceh Irdam didampingi Wakajati Aceh Muhammad Yusuf, Asintel Mukhlis, dan Kasipenkum, Kamis (31/1/2019).

Menurut Kajati, jangan gara-gara uang Rp 8 Miliar ganti rugi kerohiman, menyebabkan Bendungan Keureuto senilai Rp.1,7 Triliun itu menjadi terhambat. Padahal Bendungan Keureuto sangat banyak manfaatnya, salah satunya sebagai tampungan khusus banjir dan pengendali banjir selain itu juga dapat mengairi ribuan hektare sawah masyarakat.

Bila penggarap lahan merasa keberatan dengan nilai pembayaran, maka Kajati menyarankan agar uang ganti rugi hak kerohiman lebih baik dititipkan kepada Pengadilan biarkan pengadilan yang memutuskan, apabila putusan harus ditambah maka pemerintah harus menambah. Sedangkan pekerjaan bendungan harus terus berjalan.

Penulis:redaksi
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...