Razia Tuak, Polsek Sukamakmur dan Kuta Malaka Amankan 7 Pria Tengah Mabuk

Personel gabungan dari Polsek Sukamakmur dan Kuta Malaka yang dibantu personel Koramil melakukan razia sekaligus penggerebekan minuman keras (miras) jenis tuak

ACEH BESAR, ACEHPORTAL.COM - Personel gabungan dari Polsek Sukamakmur dan Kuta Malaka yang dibantu personel Koramil melakukan razia sekaligus penggerebekan minuman keras (miras) jenis tuak di kawasan perkebunan Gampong Dilieb Bukti yang ada di perbatasan Kecamatan Sukamakmur dan Kuta Malaka, Aceh Besar, Senin (21/1/2019) sore.

Razia dan penggerebekan yang dilakukan ini merupakan tindak lanjut polisi atas laporan masyarakat yang diterima selama ini. Dimana, masyarakat resah karena di lokasi itu kerap dijadikan tempat pesta tuak oleh sejumlah warga.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayi Satria Yuddha melalui Kapolsek Sukamakmur, Iptu Suriya mengatakan, ketujuh pelaku itu berinisial RW (27), AJ (45), SY (39), SR (42), MR (46) serta YM (60) dan AW (35) diamankan petugas saat tengah pesta tuak di sebuah pondok di kebun itu.

"Mereka merupakan warga Reuleng, Sibreh Keumudee, Montasik, Lampahan dan sekitar termasuk Kuta Malaka," ujarnya usai penggerebekan didampingi Kapolsek Kuta Malaka, Iptu Burhanuddin di Mapolsek Sukamakmur.

Di lokasi, petugas menyita lima botol air mineral ukuran besar yang berisi tuak serta sejumlah jeriken dan ember yang diduga sebagai tempat penyimpanan tuak. Selain itu, diamankan sejumlah parang, serta tiga unit motor berbagai jenis milik para pelaku.

"Hanya 7 orang yang berhasil kita amankan, sementara yang lainnya banyak yang kabur saat digerebek. Bahkan sebagian besar barang bukti tuak sempat dibuang atau ditumpahkan pelaku yang mengetahui kedatangan kita," ungkapnya.

Ketujuh pelaku ini sebelumnya pernah diamankan atas kasus yang sama bahkan pernah dilakukan pembinaan. Namun, perlakuan ini kembali terulang sehingga polisi harus mengambil sikap tegas demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah itu.

"Sudah pernah kita ingatkan dan sosialisasikan, termasuk sosialisasi yang dilakukan para Bhabinkamtibmas di gampong. Tetapi kali ini kita tindak tegas karena sudah mengganggu kamtibmasn dan meresahkan masyarakat," jelas Kapolsek.

Mereka saat ini masih diamankan di Mapolsek Sukamakmur yang nantinya akan dijemput dan dibawa pihak Satpol PP dan WH Aceh Besar untuk diproses lebih lanjut.

"Kita serahkan ke pihak WH untuk ditindaklanjuti karena ini berkaitan dengan Qanun Aceh yang dilanggar. Mereka dijerat Qanun Nomor 12 Tahun 2003 Hukum Jinayat tentang Khamar dan terancam cambuk," kata Iptu Suriya.

Sementara itu, Kapolsek Kuta Malaka, Iptu Burhanuddin mengatakan, pihaknya bahkan mendapat laporan masyarakat adanya tindak kekerasan yang terjadi dalam keluarga yang dilakukan oleh anggota keluarganya sendiri akibat mabuk-mabukan.

"Informasi dari masyarakat bahkan ada pelaku yang bertindak kasar di rumahnya kepada istri, anak dan lainnya setelah mabuk. Menanggapi laporan inilah makanya tadi kita lakukan penggerebekan," ungkapnya.

Dirinya pun mengaku, selama ini kedua Polsek dibawah jajaran Polres Aceh Besar ini selalu bekerjasama guna menjaga keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.

"Memang sebelumnya ada indikasi soal narkoba, namun kita tidak temukan di lokasi dan hanya pelaku yang pesta tuak," tambah Iptu Burhanuddin.

Iptu Suriya juga mengimbau masyarakat agar  tidak terlibat dalam hal-hal yang merugikan diri sendiri dan banyak orang seperti mabuk, narkoba dan lainnya. Hal ini pun selalu ditekankan para Bhabinkamtibmas di setiap gampong.

"Apalagi seperti mabuk ini dilarang dalam agama dan melanggar syariat. Hal ini harusnya memberi efek jera dan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Polsek Sukamakmur dan Kuta Malaka selalu bersinergi baik dalam sosialisasi," tambahnya.

Pantauan di lokasi, ketujuh pelaku yang tengah pesta tuak itu tak berkutik saat digerebek polisi. Bahkan banyak pelaku lainnya yang kabur dari petugas saat penggerebekan berlangsung. Setelah sempat diinterogasi di lokasi, mereka digiring ke Mapolsek Sukamakmur.

Di Mapolsek Sukamakmur, petugas langsung berkoordinasi dengan pihak Satpol PP dan WH Aceh Besar. Ketujuh ini pun dibawa ke Banda Aceh untuk dititipkan sementara sembari menjalani proses lebih lanjut. Mereka dijemput dengan mobil tahanan milik Satpol PP dan WH Aceh.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...