Lima Remaja Diamankan Ngelem, BNNP Aceh Langsung Gelar Rapat

Lima orang remaja yang berusia belasan tahun diamankan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh di kawasan Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Rabu (16/1/2019).

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Lima remaja diamankan BNNP Aceh saat sedang menghirup lem (ngelem) di bawah jembatan Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Rabu (16/1/2019). Kelima remaja itu diamankan setelah pihak BNNP Aceh menerima laporan dari masyarakat.

Kelima remaja yang masih duduk di bangku SMP itu diboyong ke Kantor BNNP Aceh untuk dimintai keterangan. Mereka pun akhirnya dipulangkan setelah para orang tua dan perangkat gampong menjemputnya.

Para orang tua pun sempat diberikan imbauan, termasuk menyarankan agar nanti kembali ke BNNP Aceh dengan membawa anak mereka untuk nantinya di assasment dan menjalani rehabilitasi.

Pasca tertangkapnya kelima remaja yang ngelem itu, Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser langsung menggelar rapat bersama pejabat utamanya.

Rapat itu dilakukan untuk membahas tentang upaya yang perlu dilakukan mengatasi permasalahan remaja yang ngelem ini karena dampak yang diakibatkan dari perbuatan itu sangat berbahaya.

Kemudian, dalam rapat itu pun disepakati bahwa pihak BNNP Aceh akan bergerak cepat untuk mengajak pemerintah dan instansi terkait mengatasi permasalahan tersebut.

Dalam rapat itu, Faisal mengatakan bahwa hal itu merupakan bagian dari kewajiban pihaknya selaku petugas yang menangani masalah narkoba dan tindaklanjut dari tertangkapnya kelima remaja tadi harus dikerjakan dengan segera.

"Hal ini harus diselesaikan secara bersama-sama, mengingat bahaya yang ditimbulkan sangat besar," kata jenderal bintang satu ini.

Menurutnya, upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba harus dilakukan secara komplit. Menurutnya, perilaku yang dilakukan remaja itu sangat rentan dengan penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba.

"Ini pintu masuk untuk menjadi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," kata Faisal lagi.

Apabila hal ini dibiarkan, maka sama saja dengan membuka generasi kita untuk menjadi penyalahguna narkoba. Sementara, selama ini pihaknya gencar melakukan pemberantasan, pencegahan dan rehabilitasi yang akan menjadi sia sia jika tak ada penanganan lanjutkan terkait perbuatan kelima remaja itu.

"Kita sibuk memberantas, memutus mata rantai peredaran gelap narkoba, merehab penyalahguna, penyuluhan disana sini, sementara kita membuka pintu masuk penyalahguna narkoba," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...