Forum Keuchik Sabang: Said Fadhil Ingin Menyelamatkan BPKS Beserta Anggarannya Dari Orang-orang Nakal

Ketua Forum Keuchik Sabang, Adnan Hasyim atau yang akrab disapa Yah Nan

SABANG, ACEHPORTAL.COM  - Selama ini, media massa dihebohkan dengan pemberitaan pergantian Kepala BPKS Sabang. Bahkan ada yang menyebutkan dan beranggapan bahwa mantan Kepala BPKS Sabang, Said Fadhil berlindung pada keuchik se kota Sabang.

Ketua Forum Keuchik Sabang, Adnan Hasyim atau yang akrab disapa Yah Nan mengatakan, pihaknya tidak berurusan dengan pergantian pimpinan BPKS. Akan tetapi, mereka hanya ingin menyelamatkan BPKS Sabang beserta anggarannya dari orang-orang nakal.

"Masalah diganti atau tidak itu bukan urusan kami, yang kami mau adalah bagaimana kita selamatkan BPKS Sabang dengan anggarannya yang besar," ujarnya saat ditemui di Kantor Keuchik Gampong Cot Bak U, Kecamatan Suka Jaya, Sabang, Kamis (17/1/2019).

Keuchik Gampong Cot Bak U ini menjelaskan, faktanya selama ini kinerja BPKS lebih baik dari yang sebelumnya. BPKS Sabang dibawah kepemimpinan Said Fadhil lebih terbuka dalam hal apapun dan lebih mau merangkul masyarakat untuk membangun kawasan Sabang.

"Dia ini orang yang mau bekerja, jadi Aceh bisa sangat rugi dengan memberhentikan Said Fadhil. Sejak baru menjabat dan dilantik Gubernur yang saat itu adalah Pak Irwandi Yusuf, beliau mengajak kami bertemu untuk meminta dukungan kinerja atas program yang akan dilakukan," ungkap Yah Nan.

Menurutnua, selama ini Said Fadhil pun telah bekerja keras membereskan seluruh aset milik BPKS Sabang yang selama ini tak diketahui, termasuk membersihkan orang-orang nakal di dalam tubuh BPKS dengan cara memutasikannya.

"Sudah 85 persen aset tak bergerak BPKS kembali dan ditata ulang. Boleh tanya ke bidang aset, mereka terbuka. Sebelumnya, kalau kita tanya mana aset BPKS jawabannya tidak tahu karena memang tidak ada yang tahu," tegasnya.

Dirinya pun sangat menyayangkan pemberhentian Said Fadhil sebagai Kepala BPKS Sabang yang dilakukan Dewan Kawasan Sabang (DKS) kemarin diantaranya seperti Plt Gubernur Aceh serta Bupati Aceh Besar dan Wali kota Sabang.

"Beliau baru bekerja 10 bulan sudah diganti, salahnya apa? Padahal dia orang yang mau kerja dan ada hasilnya, ada perubahan yang terjadi. Plt Gubernur Aceh terlalu terburu-buru dalam bertindak," jelasnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...