5 Wanita Pidie Ditangkap Polisi Karena Terlibat Kasus Pengeroyokan

Aniaya Tetangga Terkait Batas Tanah, 5 Perempuan Diamankan Polisi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Sat Reskrim Polres Pidie mengamankan lima orang perempuan atas dugaan penganiayaan yang terjadi di kawasan tempat tinggalnya yakni Gampong Geunteng Barat, Kecamatan Batee, Pidie, Rabu (2/1/2019).

Dirreskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, kelimanya digiring petugas sore tadi sekira pukul 16.04 WIB setelah menerima laporan yang dibuat oleh pihak keluarga korban yakni Rusli (49) yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang batu.

"Kelima perempuan itu yakni HM (40), SY (30), HB (32), DR (31) dan RM (34). Antara korban dan pelaku ini tetanggaan," ujar Direktur saat dikonfirmasi.

Dugaan penganiayaan ini dilakukan Selasa (1/1/2019) siang kemarin. Awalnya, istri korban bersama keluarganya hendak membuka pagar lorong rumahnya yang selama ini ditutup oleh keluarga para pelaku selama 1,5 tahun.

"Setelah dibuka, tiba-tiba kelima perempuan itu menghampiri keluarga korban sembari melempar batu, botol kaca dan kayu ke arah keluarga korban dan air cabai," katanya.

Akibatnya, pihak korban pun mengalami cedera. Adik ipar Rusli terkena siraman air cabai di bagian, sementara istri Rusli terkena lembaran botol kaca sehingga mengalami luka robek di bagian pelipis sebelah kanan.

"Oleh karena itulah mereka dilaporkan dan diamankan. Hingga kini mereka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Pidie. Mereka diduga melanggar Pasal 351 jo Pasal 170 KUHPidana," tambah Kombes Pol Agus Sarjito.

Sementara itu, Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar melalui Kasat Reskrim, AKP Mahliadi yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, kasus ini dikatakan belakangi masalah tanah milik korban.

"Jadi sebenarnya pembongkaran pagar pembatas lorong itu dilakukan korban setelah hasil putusan pengadilan yang mengatakan bahwa tanah itu memang milik korban," katanya.

Namun, lanjut Kasat, pihak keluarga pelaku tak menerima hasil putusan itu sehingga berbuntut dengan aksi penganiayaan yang terjadi di lokasi. "Hingga kini mereka masih menjalani pemeriksaan," tutupnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...