BKIPM Aceh Awasi Produk Perikanan di Sejumlah Pasar di Banda Aceh

Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Aceh melakukan pengawasan produk perikanan di sejumlah pasar di kota Banda Aceh, Kamis (13/12/2018).

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Aceh melakukan pengawasan produk perikanan di sejumlah pasar di kota Banda Aceh, Kamis (13/12/2018).

Bersama pihak DKP, Disperindag dan BPOM Aceh beserta DKP dan Dinas Koperasi UKM kota Banda Aceh, kegiatan ini dilakukan dalam rangka penerapan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Kepala BKIPM Aceh, Diky Agung Setiawan melalui Kasi Wasdalin, Hudaibiya Al Faruqie mengatakan, pelaksanaan itu dilakukan di tiga pasar berbeda yaitu PPS Kutaraja, Pasar Peunayong dan Pasar Setui, Banda Aceh.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengawasi produk perikanan yang beredar di pasaran domestik dalam rangka mendukung penyediaan pangan sehat untuk peningkatan gizi masyarakat," ujarnya Kamis (13/12/2018).

Dijelaskannya, parameter yang diuji adalah kandungan residu berbahaya berupa fomalin Organoleptik, serta uji mikrobiologi (E.Colli, Salmonella) serta penghitungan ALT (angka lempeng total) terhadap produk perikanan yang diambil sampelnya.

"Selain itu dilakukan juga penilaian terhadap sarana prasarana, serta sanitasi dan higienis sesuai yang tercantum dalam Peraturan Kepala Badan BKIPM Nomor 9 Tahun 2018. Kegitan merupakan jadwal rutin yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali," jelas Uki.

Untuk hasil kegitan pada triwulan 1 hingga 3, sambungnya, secara umum tidak ditemukan produk yang menggunakan Formalin serta hasil uji mikrobiologi masih dalam tahap toleransi. "Untuk hasil periode ke 4 kita masih menunggu hasil uji laboratorium," katanya usai kegiatan tadi.

Sementara itu, menurut Kepala BKIPM Aceh, Diky Agung Setiawan, setelah melakukan evaluasi kegiatan BKIPM seluruh Indonesia mendapat alokasi tambahan anggaran untuk kegiatan pengawasan Inpres 01 tahun 2017 ini.

"Hal tersebut merupakan bentuk komitmen KKP untuk penjaminan produk perikanan domestik agar tetap terjamin mutu dan keamanannya, sehingga diharapkan melalui ikan yang aman dan bermutu dapat tercapai tujuan utama Germas," ungkap Diky.

Tujuan utama Inpres Germas tersebut yakni

  1. Menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular,baik kematian maupun kecacatan;
  2. Menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit;
  3. Menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk; dan

Menghindarkan peningkatan beban finansial penduduk untuk pengeluaran kesehatan.

"Sedangkan tujuan khususnya yaitu menurunkan faktor risiko utama penyakit menular dan tidak menular baik faktor biologis, perilaku dan lingkungan," tambah Kepala BKIPM Aceh, Diky Agung Setiawan.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Ekonomi

Komentar

Loading...