Komisi III DPR RI: Kanwil Kemenkumham Aceh Diminta Evaluasi Total Lapas Klas II A Banda Aceh

Anggota DPR RI Komisi III M Nasir Djamil

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Anggota DPR RI Komisi III asal Aceh, Nasir Djamil meminta jajaran Kanwil Kemenkumham Aceh untuk mengevaluasi secara total pengawasan dan pembinaan yang ada di Lapas Klas II A Banda Aceh yang berada di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Hal ini dikatakannya saat berkunjung ke lapas Jumat (30/11/2018) tadi pasca kaburnya ratusan napi kemarin, Kamis (29/11/2018) sore kemarin.

"Karena kejadian merupakan yang kedua kalinya berskala besar setelah sebelumnya yang pertama rusuh disertai pembakaran satu mobil polisi dan sekarang kabur dengan membobol pagar kawat," ujarnya.

Dirinya mengaku sudah meminta kepada Kakanwil agar mengevaluasi secara total model pembinaan dan pengawasan jangan sampai kejadian serupa terjadi kembali. Mekanisme untuk menindak atau penegakan disiplin terhadap Kalapas dan sejumlah pihak lainnya ada pada Kanwil Kemenkumham.

"Tentu saja Pak Menteri yang tahu dengan memberikan teguran atau lainnya karena beliau yang memiliki wewenang untuk jajaran Kanwil Kemenkumham. Kita ingin agar kedepan tidak terulang lagi dan kami berterima kasih kepada TNI/Polri dalam hal ini Polda Aceh, Polresta Banda Aceh, Kodim dan lainnya termasuk masyarakat dan insan pers yang membantu hingga 26 orang ini dapat diamankan kembali," jelasnya.

Nasir Djamil juga meminta Kakanwil Kemenkumham Aceh agar memanfaatkan semua media untuk mencari puluhan napi yang masih kabur lainnya bahkan untuk diberikan ultimatum karena mereka terpidana yang memungkinkan mereka untuk melakukan tindak kriminal lainnya.

"Kita berharap agar mereka kembali dengan kesadarannya sendiri. Karena sebelum mereka tertangkap kembali akan menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Kita juga imbau kepada keluarga para terpidana yang melarikan diri agar membantu dan menyuruh mereka kembali. Memang ini kejadian yang memprihatinkan," ungkapnya.

Menurutnya, kasus kaburnya ratusan napi ini menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah pendapat pun keluar dari masyarakat seperti dugaan perencanaan untuk kabur, lengahnya pengawasan dan yang lainnya.

"Karena pengakuan beberapa napi yang sudah tertangkap, mereka diancam akan dipukul dengan balok kayu oleh napi lainnya jika tidak ikut kabur. Tentunya hal ini kredibilitas lapas dipertanyakan," kata Nasir Djamil.

Pihaknya juga meminta Kakanwil Kemenkumham Aceh untuk meningkatkan pemantauan terhadap lapas. Karena menurutnya, persoalan ini adalah persoalan yang berkaitan antara pihak lapas dengan para warga binaannya.

"Maka dari itu kita ingin agar pengawasan dan pemantauan ditingkatkan kembali agar terjalin hubungan emosional antara kedua belah pihak," tambah Nasir Djamil.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...