Sindikat Narkoba di Lapas Klas II A Banda Aceh

Sipir Terlibat Sabu Pasca Rusuh di Lapas Akhirnya Ditemukan

POLISI mengamankan seorang sipir lapas yang selama ini menghilang dan masuk dalam daftar pencarian

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh mengungkap jaringan serta sindikat peredaran narkoba di dalam Lapas Klas II A Banda Aceh yang berada di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Dari pengungkapan ini, petugas mengamankan seorang sipir lapas yang selama ini menghilang dan masuk dalam daftar pencarian.

Sipir ini diamankan setelah sempat menghilang beberapa waktu pasca kerusuhan yang terjadi di lapas tersebut, tepatnya pada awal tahun lalu. Uniknya, ia diserahkan langsung oleh pihak Kemenkumham Aceh saat kembali ke kantor pasca menghilang.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Resnarkoba, AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, penangkapan dilakukan Senin (26/11/2018) pagi kemarin sekira pukul 09.53 WIB. Tersangka yang diamankan yang bertugas sebagai sipir itu yakni MN (57), warga Gampong Aneuk Batee, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar.

"Barang buktinya yakni 14 paket kecil sabu seberat 11,18 gram yang disita dari MI alias Apa Lias yang sebelumnya ditangkap dan masih diproses hingga sekarang. Barang bukti ditemukan petugas di dalam ruang blok nomor 38 di Lapas Klas II A Banda Aceh saat penggeledahan beberapa waktu lalu," ungkapnya Selasa (27/11/2018).

Pengungkapan jaringan dan sindikat peredaran narkoba di lapas tersebut dilakukan pada 4 Januari lalu dengan menghasilkan sejumlah barang bukti serta sejumlah tersangka yang merupakan narapidana (napi).

Tersangka MN yang diamankan kemarin adalah seorang PNS (Sipir) Lapas Klas II A Banda Aceh yang berada di Lambaro yang ditugaskan di Kemenkumham Aceh. Ia masuk dalam daftar pencarian Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh terkait kasus narkoba yang diamankan dari sipir sebelumnya yakni SFK

"Dari pemeriksaan terhadap SFK ini ia mengaku bahwa sabu itu disimpan di kamar mandi dalam kamar sel nomor 13 Lapas Klas II A Banda Aceh. Sabu ini diperoleh dari SYU alias Adun yang merupakan napi lapas," katanya.

Dari pemeriksaan SYU sendiri, diketahui bahwa barang bukti sabu diperoleh dari TAR alias Romi yang merupakan napi lainnya. Sementara tersangka TAR alias Romi sendiri mengaku bahwa sabu diperoleh dari MI alias Apa Lias yang juga napi setempat.

"Dari pemeriksaan terhadap MI inilah diketahui bahwa sabu itu diberikan atau diperoleh dari tersangka MN selaku sipir lapas yang kita amankan ini. Beberapa waktu lalu saat dicari dia tidak ada lagi di tempat sehingga tim gabungan Sat Resnarkoba dan Sat Reskrim Polresta Banda Aceh mengejarnya," jelas Budi.

Pada Jumat (23/11/2018) sore kemarin, lanjut Kasat, tersangka MN datang ke Kantor Kemenkumham Aceh yang berada di Jalan T Nyak Arief, Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Ia datang dan menghadap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Aceh dengan tujuan untuk masuk kantor setelah sekian lama menghilang.

"Kemudian pagi kemarin tersangka diserahkan ke kita oleh Kasubsi Keamanan Kemenkumham Aceh yakni Bapak Rusli untuk diproses hukum. Lalu kita periksa, tersangka mengaku bahwa memberikan sabu itu kepada MI alias Apa Lias pada 3 Januari lalu di kamar nomor 38 lapas," ungkapnya lagi.

MN mengaku, dirinya sudah dua kali memberikan sabu itu kepada MI alias Apa Lias. Saat kerusuhan yang terjadi awal tahun lalu, MN melarikan diri dan menghilang, sehingga polisi terus memburu dan mengejarnya.

"Saat ini yang bersangkutan masih kita tahan dan kita periksa intensif untuk kepentingan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut," tambah AKP Budi Nasuha Waruwu yang pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe ini sebelumnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...