Walhi: Aceh Darurat Bencana Alam dan Sosial dengan Jumlah Korban Mencapai 20.020 Jiwa dalam Setahun

walhi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Bencana alam setiap tahun terjadi hampir di seluruh wilayah Aceh. Walhi Aceh mencatat, setidaknya ada 14 kabupaten/kota yang sering terjadi bencana banjir dan 3 kabupaten/kota seperti Aceh Besar, Bener Meriah dan Aceh Tenggara yang sering mengalami Longsor parah.

Hal ini dikatakan Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur, Kamis (22/11/2018) siang. Pihaknya mencatat, 14 kabupaten/kota langganan banjir setiap tahunnya yakni Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa serta Aceh Tamiang dan Bener Meriah.

"Banjir yang terjadi selama ini diakibatkan dari meluapnya air sungai ketika musim hujan, begitu juga dengan longsor serta banjir bandang menjadi bukti bahwa Aceh merupakan daerah rawan bencana alam yang disebabkan oleh dua hal yang berbeda," ujarnya.

Menurutnya, hal itu terjadi karena pertama, kebijakan pemerintah sendiri dan kedua bencana secara alamiah sehingga membutuhkan perhatian serius pemerintah pusat, Aceh bersama pemerintah kabupaten/kota dalam menciptakan berbagai pembangunan yang mengabaikan fungsi ruang dan daya dukung lingkungan, baik didalam kawasan hutan muapun di luar kawasan sebagai upaya preventif agar bencana alam tersebut dapat dicegah ditahun berikutnya.

"Ini menjadi pelajaran bersama bagaimana mungkin pemerintah memaksa diri mengizinkan pertambangan di dalam kawasan hutan lindung dan berbagai proyek energi diizinkan merubah fungsi hutan dan lahan di berbagai wilayah Aceh dan membiarkan berbagai praktek perusakan secara illegal yang masih terjadi hingga saat ini," katanya.

Kondisi geografis, geologi, hidrologis dan demografis wilayah Aceh, memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap terjadinya bencana. Kondisi alam yang kompleks telah menjadikan Aceh sebagai salah satu provinsi dengan indeks risiko bencana tertinggi di Indonesia (160/kategori tinggi) terhadap ancaman berbagai macam bencana.

"Berdasarkan RTRWA 2013-2033 Aceh dapat dibagi dalam beberapa kawasan rawan bencana diantaranya kawasan gelombang pasang yang tersebar pada kawasan pantai yang meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Langsa, Aceh Timur, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Singkil, Simeulue, dan Sabang," ungkapnya.

Kawasan rawan banjir, ditetapkan dengan ketentuan kawasan yang diidentifikasikan sering dan/atau berpotensi tinggi mengalami bencana banjir yang tersebar di beberapa kawasan dalam kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Subulussalam, Singkil, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Nagan Raya.

"Sementara kawasan rawan kekeringan, ditetapkan dengan ketentuan kawasan yang diidentifikasikan sering dan/atau berpotensi tinggi mengalami bencana kekeringan, meliputi sebagian wilayah Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Selatan dan Nagan Raya," katanya lagi.

Kawasan rawan angin badai, lamjut Nur, ditetapkan dengan ketentuan kawasan yang diidentifikasikan sering dan/atau berpotensi tinggi mengalami bencana angin badai yang meliputi Banda Aceh, wilayah pesisir Aceh Besar, pesisir Utara-Timur, pesisir Barat-Selatan, Simeulue dan Pulau Weh serta pulau-pulau kecil terluar lainnya.

Kawasan rawan gempa bumi adalah kawasan yang terletak di zona patahan aktif yang meliputi kota Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Barat, Nagan Raya," ungkapnya lagi.

Kawasan rawan abrasi, sambungnya, yaitu kawasan di sepanjang pesisir wilayah Aceh meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Singkil dan pulau-pulau terluar lain.

"Dan untuk kawasan rawan erosi mencakup seluruh wilayah di sepanjang aliran sungai besar dan/atau sungai berarus deras yang mana wilayah ini tercantum di dalam dokumen RPJM Aceh 2017-2022," tutupnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...