Jual Elpiji Melon Tak Sesuai Prosedur, Pasutri di Nagan Raya Ini Ditangkap

Sat Reskrim Polres Nagan Raya mengamankan pasangan suami-istri (pasutri) atas dugaan penyalahgunaan pengangkutan serta penjualan gas elpiji tiga kilogram

NAGAN RAYA, ACEHPORTAL.COM - Sat Reskrim Polres Nagan Raya mengamankan pasangan suami-istri (pasutri) atas dugaan penyalahgunaan pengangkutan serta penjualan gas elpiji tiga kilogram (elpiji melon) di kawasan Gampong Padang Panyang, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya.

Penangkapan ini dilakukan Selasa (20/11/2018) tadi malam sekira pukul 22.00 WIB berdasarkan laporan yang diterima pihak kepolisian dari masyarakat.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim, AKP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan, kedua pasutri yang diamankan yakni JHR (50), PNS (Guru) dan NR (40), IRT yang merupakan warga setempat.

"Keduanya mengangkut dan menjual gas subsidi 3 kilogram diatas harga eceran tertinggi (HET) dan dijual bukan pada wilayah penjualan," ujarnya Rabu (21/11/2018) malam saat dikonfirmasi.

Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 25 buah tabung elpiji melon, satu unit mobil Toyota Kijang Kapsul bernomor polisi BL 773 VL warna emas metalik dan sejumlah uang tunai sebesar Rp 675 ribu yang merupakan hasil penjualan gas tersebut.

"Awalnya kita dapat informasi masyarakat. Setelah kita selidiki, diketahui keduanya kerap menjual gas elpiji melon tersebut di wilayah lain dengan harga tinggi, ini yang menyebabkan langkanya elpiji melon di wilayah itu," ungkap Boby.

Petugas yang melakukan penyelidikan lanjut pun kemudian melihat mobil pelaku yang melintas saat itu. Mobil itu pun dikejar dan diberhentikan serta digeledah. Dalam penggeledahan, ditemukan 25 tabung gas elpiji melon yang kosong.

"Saat kita interogasi yang bersangkutan mengaku kalau ia baru menjual gas ke daerah Simpang Peut, Kecamatan Kuala. Kita pun langsung bergerak kesana untuk memastikan," katanya.

Saat tiba di lokasi yang dimaksud yakni di pangkalan milik seorang ibu rumah tangga berinisial ST (37), petugas kembali melakukan pengecekan dan ternyata benar bahwa seluruh gas itu dijual pelaku seharga Rp 27 ribu per tabungnya.

"Pelaku dan barang bukti akhirnya kita amankan di Mapolres Nagan Raya untuk diproses lebih lanjut. Untuk pangkalan milik pelaku ada izin resminya, tetapi ia menjual gas yang bukan di wilayahnya bahkan dengan harga tinggi, sehingga gas di wilayahnya langka," jelas Kasat.

Tersangka JHR dan NR, lanjut Boby, diduga melanggar Pasal 55 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas.

"Keduanya masih kita proses, sementara untuk ST yang membeli gas seharga Rp 27 ribu per tabung itu masih kita periksa sebagai saksi," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...