TMMD ke 103, Bawa “Wajah Baru” Desa Terpencil di Tanah Rencong

Meulaboh – Banyak warga Kabupaten Aceh Barat yang hanya tahu nama desa ini, dan tidak pernah menginjakan kaki ke daerah tersebut. Ya inilah Antong, sebuah desa terpencil yang saat ini dijadikan sebagai lokasi pembangunan dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Kodim 0105/Abar.

Desa Antong merupakan salah satu desa terisolir yang letaknya di ujung perbatasan dengan Kecamatan Pante Cereumen Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Mayoritas penduduknya hanya bertani, berkebun dan berternak. Masyarakatnya masih terlihat awam dan juga sederhana.

Menurut keterangan warga setempat, Desa tersebut dulunya merupakan salah satu tempat Basis Separatis Eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Banyak Mantan kombatan GAM yang masih tinggal di desa tersebut, sehingga sedikit banyaknya masyarakat saat melihat Aparat keamanan, baik TNI dan Polri masih terlihat takut atau bisa dibilang Trauma Konflik.

Dengan adanya program TMMD ke 103 Kodim 0105/Abar, banyak sekali terjadi perubahan, baik dari masyarakat yang kini semakin dekat dengan aparat, maupun kondisi desa yang sudah banyak pembangunan, seperti pembuatan jalan, pembuatan jembatan dan pembuatan sarana olah raga serta tempat Ibadah.

Masyarakat juga tidak segan lagi untuk menegur sapa dan bercanda ria dengan aparat TNI. Mereka sudah menganggap TNI sebagai bagian dari mereka. Apalagi selama pelaksanaan TMMD itu berlangsung, anggota Satuan Penugasan (Satgas)  TMMD tinggal dan tidur serta makan di rumah warga kampung setempat. Sehingga kedekatan tersebut semakin di perkuat. Hal ini juga merupakan wujud keharmonisan serta kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Dulu kami takut sama TNI, tapi dengan adanya program ini, kami jadi bisa berbaur dan becanda-canda,” ungkap M. Amin salah satu warga desa Antong dan juga merupakan Eks GAM.

Melalui program TMMD ke 103 yang dilaksanakan selama satu bulan mulai 15 Oktober sampai 13 November 2018 ini, Kodim 0105/Abar telah memberikan “wajah baru” di desa tersebut.

Kenapa tidak? pada program TMMD ke 103, Satgas TMMD sudah membuka jalan sepanjang 6,5 KM, penimbunan batu sepanjang 1,2 KM, pembuatan parit dasar kiri kanan sepanjang 6,5 KM yang menghubungkan Desa Antong Kec. Panton Reu menuju Desa Langoh Kec. Pante Cereumen.

Tak hanya itu, program TMMD ke 103 ini juga merenovasi fasilitas umum lainnya, salah satunya sudah memperbaiki jembatan yang menghubungkan Desa Antong dan Desa Ujung Raja.

Sejak jembatan itu dapat dilalui, anak-anak desa Antong tidak lagi terhambat untuk bersekolah. Mereka tampak merasa sangat senang karena jarak tempuh mereka untuk bersekolah semakin dekat.

Menurut warga, sebelum ada perbaikan jembatan oleh Satgas TMMD, anak-anak desa Antong harus berjalan memutar dengan medan yang becek sekitar 6 KM dari Desa Antong menuju Sekolah Dasar Negeri Ujung Raja, sehingga mereka harus berjalan sekitar 12 KM pulang pergi setiap bersekolah.

Apalagi, disaat hujan mengguyur sangat deras, sebagian anak-anak enggan untuk  bersekolah. Selain air sungai naik tinggi, akses jalan menjadi jelek, sehingga jarak tempuh yang harus dilalui mereka semakin bertambah jauh. Bagi anak-anak desa Antong, jembatan tersebut sangatlah berarti bagi mereka untuk meraih cita-cita.

Ini salah satu wujud kepedulian TNI melalui program TMMD ke 103, dengan memperbaiki jembatan kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak sekolah yang ingin menuntut ilmu untuk meraih cita-citanya.

Melalui TMMD, TNI memiliki tujuan untuk mencerdaskan anak-anak Bangsa dibidang pendidikan. Karena Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Disamping itu, anak-anak adalah sumber daya dunia yang paling bernilai untuk masa depan.

Selain didunia pendidikan, jembatan yang menghubungi dua desa tersebut juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian Desa Antong.

“Pastinya masyarakat Antong sangat senang khususnya para petani, dengan adanya jembatan ini para petani dapat membawa hasil panen dari sawahnya lebih dekat tanpa harus memutar jalan yang jauh,” ungkap Geucik Antong Tarmizi.

Selain sasaran fisik, dalam program TMMD ke 103 Kodim 0105/Abar juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pelayanan kali ini sangatlah berbeda dan unik. Tim Kesehatan diterjunkan langsung dengan mengelilingi Desa untuk “menerobos” rumah warga yang menderita sakit.

Pelayanan kesehatan yang diberikan ini, merupakan bentuk kepedulian TNI bagi kesehatan masyarakat yang masih tertinggal di desa terpencil yaitu desa Antong. Dimana, jarak antara desa Antong dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Pukesmas)  tergolong jauh.

Untuk kali ini, Minggu (21/10/2018) sore, tim kesehatan mendatangi rumah Nasran. Dengan membawa tas yang berisi perlengkapan kesehatan, Nasran diberikan pelayanan kesehatan.

Nasran awalnya kaget  dengan kedatangan tim kesehatan tersebut. Namun, Nasran mengerti, bahwa kedatangan tim Kesehatan Satgas TMMD bermaksud memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk dirinya dan masyarakat.

Menurut Nasran, keberadaan tim kesehatan Satgas ini sangatlah berarti bagi masyarakat yang jauh dari pelayanan kesehatan. Ia berharap layanan kesehatan tersebut, tidak hanya dilaksanakan pada program TMMD saja, akan tetapi terus berlanjut kedepannya.

Tak sampai disitu, melalui TMMD ini, TNI bekerjasama dengan Pemerintah Daerah juga memberikan penyuluhan wawasan Kebangsaan dan Bela Negara terhadap masyarakat, penyuluhan pertanian dan Holticutura, penyuluhan Hukum dan bahaya Narkoba, penyuluhan perkebunan dan peternakan, pengobatan dan Khitanan massal.

Sejak adanya program TMMD 103 tersebut, Desa Antong yang dulu tampak suram, kini menjadi ramai. Hal ini juga membuat warga Desa Antong bangga dan kagum, karena dengan adanya program tersebut.

Satgas TMMD dalam Menjalankan Tugasnya

Tim Satgas TMMD ke 103 Kodim 0105/Abar harus melalui berbagai hambatan, salah satunya mereka harus menyeberang sungai menuju ke lokasi TMMD. Apalagi terkadang, hujan mengguyur sangat deras, membuat arus sungai sangat kencang sehingga struktur tanah dilokasi padat, licin dan berair.

Medan tersebut harus dilalui, karena itu akses satu satunya penghubung desa Antong menuju desa Langoh Kec. Pante Cereumen yang merupakan lokasi TMMD tersebut. Walaupun begitu, Satgas TMMD tetap semangat dalam menjalankan tugasnya. Hal ini dilakukan TNI, semua hanya untuk mensejahterakan rakyat.

Hari demi hari para Satgas terus berjuang melawan panas, hujan dan tanpa mengenal waktu serta lelah demi menuntaskan pembangunan sasaran fisik di desa terpencil tersebut. Meskipun harus bermandikan lumpur dan peluh menahan hujan dan panas, prajurit TNI siap mensejahterakan dan meningkatkan perekonomian Rakyat. TNI berjuang bersama rakyat dan demi rakyat.

Karena TNI sudah berkomitmen untuk turut ambil bagian dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dan mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat sebagai kekuatan pertahanan. Meskipun tugas pokok TNI adalah menjadi yang terdepan di masa konflik, namun di masa damai TNI juga wajib berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selama menjalankan tugasnya, Satgas TMMD juga harus rela meninggalkan keluarganya. Mereka harus tinggal bersama orangtua asuh (rakyat), namun bagi prajurit TNI yang bermentalkan baja dan ahli segala bidang itu rela berkumpul makan bersama orangtua asuhnya.

Mereka (TNI) tahu bahwa rakyat adalah keluarga sendiri. Begitu juga sebaliknya, masyarakat juga sudah menganggap anggota TNI bagian dari mereka, karena tinggal dan makan bersama mereka selama pelaksanaan TMMD ke 103 Kodim 0105 Aceh Barat itu berlangsung.

Kedekatan itu, juga terlihat jelas saat Satgas TMMD dan masyarakat bersama-sama dan saling bahu membahu dalam memperbaiki dan membuat jembatan agar proses penerobosan tidak terhambat sehingga selesai sesuai target.

Tak hanya orang dewasa, anak anak desa juga terlihat dekat dengan anggota Satgas TMMD,  mereka sering duduk dan tertawa bersama,  hal tersebut menjadi suatu hal yang Positif dimana anak-anak desa terpencil mulai mengenal lebih dekat TNI.

Tujuan Program TMMD

Pelaksanaan program ini, sebagai program untuk membantu daerah dalam memperbaiki sarana prasarana transportasi yang menghubungkan suatu desa dengan daerah lainnya, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.

Selain itu, dalam program TMMD ini juga untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat, sekaligus merupakan wahana untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong, rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan serta Ketahanan Nasional guna menjaga keutuhan NKRI kepada masyarakat.

Salah satu tolak ukur keberhasilan TMMD adalah meningkatkan semangat gotong-royong di tengah-tengah masyarakat dan dapat mempercepat roda pembangunan.

Kegiatan yang dilakukan oleh TNI, merupakan satu kegiatan yang perlu mendapat dukungan oleh semua pihak termasuk oleh Pemerintah Daerah.  Membangun bangsa ini tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga atau organisasi tertentu, tetapi perlu dilakukan Bersama-sama.

Selama ini tidak ada aktifitas yang diprogramkan oleh TNI yang hanya dilakukan sendiri oleh TNI, tetapi senantiasa melibatkan masyarakat, sehingga selalu mendapat dukungan dan partisipasi masyarakat.

Peran serta masyarakat untuk membantu personel TNI yang tergabung dalam satgas TMMD menunjukkan kemanunggalan TNI-Rakyat tetap terpelihara dengan baik.  Disamping itu keikutsertaan personel Polri dalam satgas TMMD juga mencerminkan soliditas TNI dan Polri dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera.  Prajurit TNI terlibat langsung dalam TMMD mendorong masyarakat untuk ikut aktif dalam setiap kegiatan yang dipelopori TNI AD.

Dalam artian, TMMD telah mengembalikan semangat gotong royong menjadi ciri khas bangsa Indonesia.  Semangat gotong-royong harus dijaga terus, dan selama ini program TMMD sangat selaras dengan program Pemerintah Daerah. Karena sama-sama ingin membangun dan mensejahterakan masyarakat. Semoga dengan adanya program TMMD, bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dan menyatukan pandangan masyarakat dengan prajurit TNI.

Komentar

Loading...