Pensiunan Polisi Hutan Diduga Kuasai 1.755 Hektar Lahan di Danau Paris Aceh Singkil

Kepala Gampong Sikorang, Farasian Berasa melaporkan ke Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) di Banda Aceh

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Pensiunan Polisi Hutan (Polhut) bernama Ali Aripin, warga Subulussalam, diduga menguasai 1.755 hektar lahan di Gampong Sikorang, Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil. Lahan itu dikuasai telah lama, bahkan sejak tahun 1933 sebelum Indonesia merdeka.

Hal ini dikatakan Kepala Gampong Sikorang, Farasian Berasa yang melaporkan kasus ini ke Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) di Banda Aceh, Kamis (25/10/2018). Selain kepala gampong, puluhan warga laim juga ikut hadir di Kantor YARA.

Menurutnya, penguasaan lahan yang dilakukan Ali Aripin penuh kejanggalan. Pasalnya, surat yang dimiliki oleh Ali Aripin patut dipertanyakan kelegalannya.

"Lahan yang diklaim itu ada di Gampong Sikorang yang berbatasan dengan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Surat itu juga ditandatangani oleh Bupati Tapanuli Selatan," ujarnya kepada wartawan.

Farasian menjelaskan, lahan sekitar 1.755 hektar tersebut tak hanya berada di Gampong Sikorang, namun juga di beberapa gampong tetangga lainnya. Imbas penguasaan lahan itu, yakni seluas 200 hektar telah dijual ke orang lain yang diketahui bernama Ramlan.

"Lahan itu dijual sekitar tanggal 7 September lalu, namun diketahui pada tanggal 23 September, karena Ramlan telah menebang pohon di lahan yang telah dibelinya itu dengan menggunakan alat berat," ungkap Fasarian.

Lahan itu, sambungnya, dijual tanpa sepengetahuan pihak aparat gampong. Padahal, wilayah tersebut telah lama ditempati warga dan diklaim masuk ke wilayah administrasi Gampong Sikorang.

"Kami khawatir, jika semakin ditebang hutan itu, maka akan mengundang bencana bagi warga kami, terjadi banjir bandang dan tanah longsor," ungkap Farasian.

Pihaknya juga tidak memiliki sertifikat tanah sehingga persoalan ini semakin berlarut. Diakui, pihaknya sudah melaporkan kasus ini ke Pemkab Aceh Singkil dan disampaikan ke DPRK Aceh Singkil.

"Kami juga telah melaporkan kasus penebangan hutan yang dilakukan oleh Ramlan ke Polres Aceh Singkil, namun belum ada tanggapan serius hingga sekarang," kata Fasarian.

Sementara itu, Ketua YARA, Safaruddin mengatakam, pihaknya akan mengadvokasi kasus ini. Mereka akan mendorong Pemkab Aceh Singkil untuk membuat peta wilayah gampong karena hingga saat ini hampir semua gampong di sana tidak memiliki peta.

"Ini bakal menimbulkan sengketa tapal batas. Kita juga akan dorong pemerintah setempat untuk merespon persoalan ini dan akan melaporkan dugaan pengrusakan hutan ke Polda Aceh, karena Polres setempat belum meresponnya," tegas Safar.

Menurutnya, penguasaan lahan yang diklaim milik Ali Aripin perlu dipertanyakan karena sejumlah surat sebagai bukti pemilik lahan banyak yang diduga palsu.

"Contohnya seperti pada stempel dan tanda tangan, bagaimana bisa kepala gampong tetangga menandatangani surat kepemilikan tanah di Sikorang, ini aneh. Makanya kita telusuri dulu," tambah Safaruddin.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...