Kapolda Aceh Minta Maaf Kepada Keluarga Korban dan Masyarakat dan Berjanji Akan Proses Personil Yang Terlibat

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak beserta rombongan pejabat utamanya berkunjung ke rumah duka AY

ACEH TAMIANG, ACEHPORTAL.COM - Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak beserta rombongan pejabat utamanya berkunjung ke rumah duka AY, terduga pengedar sabu yang tewas setelah ditangkap personel Polsek Bendahara, Aceh Tamiang, Rabu (24/10/2018).

Kunjungan Kapolda dan rombongan pasca pengrusakan dan pembakaran Mapolsek Bendahara ini dilakukan untuk memastikan situasi terkini di lokasi kejadian agar aman dan terkendali. Kapolda juga bertemu sejumlah tokoh adat serta masyarakat setempat yang sebelumnya disambut oleh unsur Forkopimda Aceh Tamiang.

Jenderal bintang dua ini meminta maaf kepada pihak keluarga beserta seluruh masyarakat atas dugaan kesalahan prosedur yang dilakukan, yang mana AY diduga tewas karena dianiaya. Selain mengunjungi rumah duka, Kapolda juga memberikan santunan yang diamanahkan oleh Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian.

"Pak Kapolda berjanji akan memproses anggota yang melakukan kesalahan prosedur itu sesuai hukum yang berlaku, akan ditindak tegas," ujar Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar saat dikonfirmasi yang turut ikut langsung berkunjung ke Aceh Tamiang.

Salah satu pembuktiannya, yakni dengan mencopot Kapolsek Bendahara, IPDA IW yang saat ini digantikan oleh AKP Sumasdiono. Kasus ini pun masih dalam proses lanjut pihaknya untuk mengetahui adanya tindak pidana atau pelanggaran kode etik yang dilakukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolsek beserta sejumlah personelnya ditindak terkait meninggalnya seorang tersangka pengedar sabu usai ditangkap kemarin, yakni AY (31). Ia tewas setelah makan dan sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.

"Kapolda dan rombongan juga sempat mengunjungi Polsek dan berencana akan merenovasi kembali Mapolsek Bendahara yang terbakar bersama anggota DPRA," tambah Kombes Pol Misbahul Munauwar.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...