Kemplang Pajak, Mantan Bendahara RSIA Masuk Bui

Ilustrasi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Direktorat Jendral Pajak (DJP) Aceh mempidanakan inisial SD mantan bendahara Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) yang merupakan rumah sakit berplat merah ini di Banda Aceh.

Mantan bendahara RSIA diduga terlibat kasus pidana bidang perpajakan yaitu mengemplang pajak, diduga dilakukan tersangka SD pada tahun 2014 (Januari – Desember) senilai Rp. 443.083.368,00.

Tersangka SD yang pada waktu itu masih menduduki jabatan sebagai bendahara RSIA, tidak menyetorkan kutipan pajak penghasilan (PPh) dan PPN yang telah dicairkan tahun 2014 di rumah sakit RSIA, ke kas negara.

Kakanwil Direktorat Pajak Aceh, Ahmad Djamhari dalam keterangan persnya mengatakan, kasus pajak yang melilit SD tersebut telah ditangani Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ditjen Pajak bersama Ditkrimsus Polda Aceh.

Ahmad menyebutkan, DJP sebelum melakukan langkah hukum tersebut, pihaknya sudah berupaya menyelesaikan secara persuasif dengan meminta wajib pajak tersebut segera melaksanakan kewajibannya.

Langkah hukum yang diambil karena tidak ada itikat baik dari tersangka SD untuk mengembaikan kerugian negara yang ditimbulkan.

Pada Kamis, (18/10/2018) pihak PPNS DJP Aceh bersama penyidik Ditkrimsus Polda Aceh menyerahkan berkas dukumen, barang bukti serta tersngka kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, bersamaan dengan itu JPU menahan mantan bendahara Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), Banda Aceh berinisial SD.

Akibat perbuatan tersangka SD yang telah melanggar Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) Pasal 39 Ayat (1): Setiap orang yang dengan sengaja tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SP) dan setiap orang yang dengan sengaja tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak 4 (empat) kali.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...