Alasan KPK Bongkar Pernikahan Irwandi-Steffy di Praperadilan

Irwandi Yusuf ditahan KPK (Faiq Hidayat/detikcom)

Jakarta - Pernikahan antara Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf dengan Fenny Steffy Burase dibeberkan KPK dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Apa alasan KPK membongkar hal itu?

Semua berawal dari permohonan praperadilan yang diajukan Irwandi dengan memberi kuasa pada pengacara Santrawan T Paparang dan Haposan P Batubara. Permohonan praperadilan itu dibacakan pada Selasa, 16 Oktober kemarin.

Pada intinya Irwandi mempermasalahkan penangkapan, penetapan tersangka, hingga penahanan yang dilakukan penyidik KPK padanya. Kemudian, Irwandi menyebutkan tentang perkenalannya dengan Steffy ketika menghadiri Moskow Festival di Rusia pada Juli 2017.

"Steffy Burase mengatakan kepada pemohon (Irwandi) baru saja keliling Eropa mempromosikan kain tenun Indonesia kemudian pemohon meminta Steffy Burase agar supaya datang berkunjung ke Aceh untuk dapat pula mempromosikan Aceh kepada dunia internasional," demikian seperti tertulis dalam dokumen permohonan praperadilan Irwandi yang sudah dibacakan.

Permintaan Irwandi itu ditindaklanjuti Steffy dengan usulan penyelenggaraan Aceh Marathon. Steffy sampai menyusun rencana anggaran biaya untuk kegiatan itu sebesar Rp 13 miliar. Berkas itu kemudian diteruskan Irwandi ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh untuk ditindaklanjuti.

"Ada 3 sumber dana yaitu Dispora Aceh sebesar Rp 10 miliar, Badan Pengelola Kawasan Sabang (BPKS) sebesar Rp 2,7 miliar, dan Dispora Sabang sebesar Rp 300 juta," ucapnya.

"Karena terdorong tanggung jawab dan kewajiban moral, maka pemohon dengan menggunakan biaya pribadi men-support dana, termasuk pemohon pernah mengirimkan dana ke nomor rekening Steffy Burase dan berapa jumlahnya pemohon sudah lupa," sambungnya.

Selain itu, Irwandi menyebut bila Steffy pernah berkomunikasi langsung dengan seorang pengusaha di Aceh bernama Syaiful Bahri untuk meminta Rp 39 juta. Uang itu disebut dikirim ke rekening Irwandi tanpa sepengetahuannya.

"Steffy Burase sama sekali tidak pernah meminta izin kepada pemohon untuk memakai dan menggunakan nomor rekening pemohon dalam menampung dan menerima uang kiriman dari Syaiful Bahri sejumlah Rp 39 juta," ucapnya.

Irwandi berdalih baru tahu tentang uang itu saat diperiksa penyidik KPK. Dengan alasan itu, Irwandi kemudian mengembalikannya ke KPK ssebagai pelaporan gratifikasi.

Namun argumen Irwandi itu dibantah tim biro hukum KPK dalam praperadilan. Menurut KPK, dalil yang disampaikan Irwandi itu sudah masuk ke pokok perkara sehingga harus dikesampingkan, karena memang praperadilan tidak menguji tentang pembuktian pokok perkara.

"Untuk membuktikan kebenaran dalil termohon (KPK) maka termohon akan menyampaikan beberapa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi," sebagaimana dikutip dari Jawaban KPK yang sudah disampaikan pada persidangan praperadilan yang terbuka untuk umum di PN Jaksel.

Tim biro hukum KPK lantas membeberkan data yang berasal dari pengakuan saksi mengenai pernikahan siri antara Irwandi dan Steffy. Ada 2 BAP saksi dengan inisial F dan J yang dibacakan KPK. Dalam BAP itu terungkap bila Irwandi dan Steffy sudah menikah.

"Bahwa saksi (J) mengetahui hal tersebut karena saksi menghadiri acara akad nikah dan syukuran nikah mereka di salah satu apartemen di daerah Kebon Kacang di Jakarta," demikian seperti dikutip dari Jawaban KPK.

Sumber:detik.com
Rubrik:News

Komentar

Loading...