Ungkap Penjualan Anak, Polres Langsa Amankan 5 Tersangka

images

LANGSA, ACEHPORTAL.COM - Sat Reskrim Polres Langsa mengungkap kasus perdagangan manusia atau tepatnya penjualan anak yang terjadi di kawasan Gampong Karang Anyar, Kecamatan Langsa Baro, Langsa, Minggu (12/8/2018) lalu.

Kapolres Langsa, AKBP Satya Yudha Prakasa melalui Kasat Reskrim, Iptu Agung Wijaya Kusuma mengatakan, kasus ini diungkap berdasarkan laporan yang dibuat langsung oleh ibu kandung beserta pihak keluarganya beberapa waktu lalu.

"Kasus ini diungkap atas laporan keluarga korban, tersangka pertama kita tangkap Kamis (4/10/2018) lalu di SD Gampong Sungai Kuruk, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang," ujar Kasat Kamis (11/10/2018) siang.

Kemudian, petugas mengamankan tersangka pertama yang tak lain adalah ayah kandung dari bayi yang dijual, yakni SKD (41), Buruh Harian Lepas, warga Gampong Asam Peutik, Kecamatan Langsa Lama, Langsa.

Selain itu, diamankan dua orang perantara penjualan bayi itu yang berinisial JMC (54), PNS dan IMY (60), pensiunan PNS yang juga merupakan warga Langsa. Mereka ditangkap di kawasan Kecamatan Langsa Lama, Langsa sore harinya.

"Setelah dilakukan pengembangan, ditangkap dua lagi selaku pembeli yang merupakan warga Sabang, yakni RMI (42), PNS dan MSY (43), IRT. Penangkapan dilakukan pada Jumat (5/10/2018) kemarin di Sabang, dibantu dengan Unit PPA Polres Sabang," kata Kasat.

Awalnya, SKD memperoleh informasi dari tersangka JMC dan IMY tentang adanya orang yang ingin mengangkat atau mengadopsi anak. Dari informasi itu, SKD berniat untuk menjual anak kandungnya yang masih bayi berusia 7 bulan yakni ST.

Saat sang istri berinisial NPI tidak berada di rumah yang saat itu tengah menghadiri undangan pesta pernikahan, SKD membawa pergi anaknya beserta perlengkapan bayi tanpa sepengetahuan dan izin istri untuk dijual kepada RMI dan MSY yang sebelumnya sudah dihubungi oleh JMC dan IMY.

"SKD membawa anaknya dan keluar lewat pintu samping rumah, hal ini juga sempat dilihat oleh mertua dan abang iparnya. SKD langsung pergi meninggalkan rumah menggunakan sepeda motor," katanya.

Tiba di SPBU Alue Dua, Kecamatan Langsa Barat, SKD langsung menghubungi JMC yang tiba bersama IMY menggunakan ambulans. Bayi itu pun diserahkan kepada mereka untuk diantar ke Perumahan Deno Indah, Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro yang diikuti SKD dari belakang menggunakan motornya.

"Setiba di rumah mertua pembeli yakni RMI, mereka membuat surat pernyataan serah terima anak dan dibayar dengan harga Rp 10 juta. Saat ini, para tersangka masih diamankan di Mapolres Langsa untuk diproses lebih lanjut," ungkap Iptu Agung Wijaya Kusuma.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti perlengkapan bayi, telepon seluler yang digunakan para tersangka, surat pernyataan yang dibuat para tersangka serta uang tunai jutaan rupiah yang merupakan hasil penjualan anak kandung SKD.

"Kasus ini masih kita kembangkan lebih lanjut, tersangka kita kenakan Pasal Pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 2007 Jo Pasal 76F UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang atau Traficking dan Perlindungan Anak," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...