Kejati Aceh Tetapkan Mantan Walikota Sabang ZHA Sebagai Tersangka Ganti Rugi Tanah

Kajati Aceh, Chaerul Amir

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Kejaksaan Tinggi Aceh menetapkan mantan Wali Kota Sabang ZHA sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan rumah dinas guru pada Dinas Pendidikan Kota Sabang yang bersumber dari APBK Tahun Anggaran 2012.

Dua orang tersangka yang telah ditetapkan oleh Kejaksaan itu salah satu diantaranya adalah mantan Walikota Sabang bernama ZHA Sementara satu tersangka lain berinisial MM selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) pada Dinas Pendidikan Kota Sabang.

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Chaerul Amir usai rapat ekspos di Kantor Kejati, Selasa (9/10/2018) mengatakan, tanah yang dibebaskan untuk pembangunan komplek rumah guru itu diketahui milik mantan Walikota Sabang ZHA.

“Jadi harga tanah yang dibebaskan tidak sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atau lebih mahal diatas harga pasaran,” kata Chaerul Amir di kantor Kejati Aceh.

Dugaan penggelembungan harga tanah ini, menurut penyidik jaksa telah direncanakan pada saat tersangka ZHA masih menjabat sebagai anggota DPRK Sabang pada tahun 2012.

Menurut harga pasaran, di wilayah tersebut harga tanah berkisar antara 60 ribu rupiah hingga 70 ribu rupiah permeter. Namun, pada fakta yang ditemukan penyidik, tanah tersebut dibebaskan dengan harga 170 ribu rupiah permeter dengan luas lahan 9.437 meter persegi.

Waktu itu, ZHA selaku pemilik tanah yang berlokasi di lingkungan Cot Damar Gampong Raya Seunara Kecamatan Sukakarya Kota Sabang dengan luas tanah 9.000 m2. dengan besaran ganti rugi Rp.1.530.000.000 yang telah disetorkan Kuasa BUD pemerintahan Kota Sabang ke rekening BPD Cab. Sabang atas nama ZHA.

Atas kedua tersangka ini Kejati Aceh belum melakukan penahanan. Kajati mengaku sedang melakukan pengembangan terhadap kasus ini dan menunggu hasil audit dari tim auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk jumlah kerugian negara.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...