Kepala BNNP Aceh: Indonesia Tidak Takut Narkoba Meski Ditembak dan Hukuman Mati

IMG-20180927-WA0079

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Dua negara tetangga Indonesia yakni Malaysia dan Singapura sangat takut dengan ancaman narkoba. Bukan hanya karena memiliki daya rusak tinggi bagi generasi, tetapi juga karena dampak yang merambat ke berbagai sektor.

Hal ini dikatakan Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser di sela-sela kegiatan peresmian panti rehabilitasi Rumah Generasi Emas Aceh di kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (26/9/2018) kemarin.

"Itulah mengapa dua negara ini begitu takut dengan ancaman narkoba, sementara kita (Indonesia), ditembak saja tidak takut, termasuk dihukum mati," ujar jenderal bintang satu ini.

Menurutnya, hal ini diungkapkan karena narkoba memang menjadi ancaman yang sangat luar biasa. Bahkan, sesuai instruksi Presiden, dinyatakan agar bandar narkoba ditembak mati karena hampir 7 juta jiwa generasi terkena narkoba berdasarkan hasil riset terbaru.

"Di Aceh, peredaran narkoba mengerikan, kita mencatat 73 ribu warga menjadi pecandu, dari jumlah itu ada 321 orang yang direhab. Kenapa bisa begini? Karena kita tidak punya panti rehab," ungkap Faisal.

Dijelaskannya, saat ini di Banda Aceh hanya ada lima panti rehat bagi pecandu narkoba yang diakui jumlah ini sangat sedikit dibandingkan jumlah pecandu keseluruhan. Dirinya berharap, pemerintah Aceh dapat membangun panti rehab untuk para pecandu narkoba ini.

"Aceh saat ini menjadi tempat transit narkoba, bahkan setelah masuk kesini barang haram itu dapat dibawa hingga ke luar seperti Australia. Para bandar yang sudah Kuta tangkap ini masih sedikit, yang ditangkap bukan bentuk ons lagi, tetapi kiloan," ungkapnya lagi.

Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...