Bejat, Ayah Tiri Perkosa Gadis Belasan Tahun di Bireuen

IMG-20180924-WA0033

BANDA ACEH,ACEHPORTAL.COM - Pemerkosaan terhadap anak di bawah umur terjadi di kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen, Minggu (23/9/2018) kemarin. Mirisnya, pelaku tak lain adalah ayah tiri korban berinisial FSL (50) yang kesehariannya berprofesi sebagai petani.

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama mengatakan, korban merupakan seorang pelajar berusia 15 tahun bernama sebut saja, Bunga (nama samaran).

"Penangkapan dilakukan atas laporan masyarakat yang tidak lain adalah paman korban. Paman korban membuat laporan ke Mapolres setelah mengetahui hal ini dan pelaku kita tangkap sore kemarin," ujarnya Senin (24/9/2018) saat dikonfirmasi.

Peristiwa bejat ini menimpa Bunga siang kemarin saat dirinya tengah berada di rumah, sementara paman korban saat itu tengah berada di rumah sanak keluarganya sedang menghadiri acara pinangan.

"Saat pulang, paman korban melihat keponaannya ini tengah dipapah warga di jalan, saat dihampiri. Saat dihampiri dan ditanya, korban yang saat itu dalam keadaan lemas dan luka di bagian telinga mengaku diperkosa oleh pelaku yang merupakan ayah tirinya," ungkap Kasat.

Bunga mengaku, awalnya ia disuruh mengambil air minum untuk pelaku di dapur. Saat korban sedang mengambil air, pelaku langsung menarik korban dan memeluknya dari belakang. FSL kemudian mengangkat rok korban dan membuka celana dalam yang dikenakan dengan cara menariknya.

"Saat hendak disetubuhi, korban meronta dan berteriak sehingga dipukul dan dicekik," jelas Iptu Eko Rendi Oktama berdasarkan pengakuan para saksi.

Hingga saat ini, pelaku masih diamankan di Mapolres Bireuen untuk menjalani proses lebih lanjut. Menurut pengakuannya, hal ini baru dilakukan pertama kali oleh pelaku dan polisi masih mendalami kasus ini.

"Korban sudah divisum, masih kita dalami. Pelaku dikenakan Pasal 81 ayat (3) Jo Pasal 82 ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," tambahnya.

Penulis:hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...